Orangtua dan Pendidikan Karakter Anak

“Anak-anak bagaikan kertas putih” menurut teori Empirisme John Locke.

Anak-anak digambarkan seperti kertas kosong yang karakternya bisa ditulis oleh berbagai pengalaman empirisnya. Di sinilah, orangtua menjadi penulis kertas kosong yang pertama bagi anak. Bagaimana karakter anak ke depan, orangtua juga berperan menentukannya.

Prinsip Dasar Anak

Peran orangtua untuk memberikan pendidikan karakter anak sangat penting. Di usia ini, nilai-nilai yang ditanamkan orangtua oleh anak akan terus dipegang teguh seumur hidupnya. Secara naluriah, perilaku-perilaku yang dimunculkan oleh setiap orang saat dewasa nanti sebagian besar dipengaruhi oleh masa kecilnya.

Oleh karenanya, di sini orangtua harus bisa masuk dalam celah-celah perkembangan anak. Orangtua bisa menjadi guru terbaik bagi setiap aspek kehidupannya. Apabila orangtua menanamkan nilai-nilai moral kebaikan sejak dini, kemungkinan besar nilai tersebut akan tertanam kuat.

Ada sebuah contoh yang dapat mengilustrasikan betapa pentingnya peran orangtua untuk karakter anak. Ini merupakan sebuah kisah seorang anak yang selalu diajarkan ibunya sikap kejujuran sejak kecil. Anak tersebut selalu diajarkan jujur kepada siapapun dan dalam keadaan apapun. Bahkan saat ia bertemu dengan perampok, ia tetap berkata jujur kalau dia hanya memiliki sedikit uang di saku ketiaknya. Kemudian tiga perampok lain bertanya lagi dan ia menjawab dengan hal yang sama. Akhirnya, kepala perampok tersebut memanggilnya dan bertanya, “apa yang membuatmu berkata jujur?”.

Kemudian ia menjawab, “ibuku mengajariku untuk selalu jujur. Aku tidak berani melanggar dan durhaka terhadapnya.” Lalu, perampok tersebut berkata, “engkau tidak berani ingkar kepada ibumu, sedangkan aku bertahun-tahun ingkar kepada Tuhanku”. Akhirnya perampok tersebut tersadarkan dan tidak merampok lagi berkat seorang anak kecil yang jujur.

Teladan bagi Anak

Orangtua dapat menjadi teladan yang sangat kuat bagi anak. Pasalnya, orangtua merupakan orang terdekat yang bisa anak lihat perilakunya setiap hari. Karakter anak terbentuk melalui keluarga dimana orangtua sebagai role model nya. Keyakinan keluarga, pengetahuan dan cara pandang keluarga anak akan mempengaruhi karakternya. Banyak istilah seperti “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”, “like father, like son” memang benar pada kenyataannya.

Bahkan ada penelitian membuktikan bahwa anak yang hidup di lingkungan keluarga yang merokok akan cenderung menjadi perokok. Anak yang hidup di keluarga dengan budaya yang keras akan membuat anak menjadi abusive. Anak yang memiliki orangtua dengan self-esteem (harga diri) rendah akan membuat anaknya juga memiliki self-esteem yang rendah.

Orangtua juga dapat membantu anak dalam menghadapi segala tantangan ke depan. Dalam proses perkembangannya, anak mungkin akan menemui masalah yang tidak bisa ia selesaikan seorang diri. Anak juga terkadang sulit memahami kesedihannya sendiri. Biasanya anak juga akan berkonflik dengan teman sebayanya. Di sini lah orangtua sangat diharapkan kehadirannya bagi anak. Orangtua sebaiknya mampu membantu anak untuk menyelesaikan permasalahannya. Namun, orangtua juga perlu mempertimbangkan metode apa yang cocok untuk anaknya.

Rhenald Kasali dalam bukunya yang berjudul Self-driving mengatakan, sebagai orangtua kita jangan terburu-buru menyelesaikan permasalahan anaknya sendiri. Orangtua terkadang buru-buru mengambil alih permasalahan anaknya yang seharusnya diselesaikannya sendiri. Akhirnya, anak menjadi tidak dewasa dalam menghadapi masalah karena merasa masih ada orangtua yang menyelesaikannya. Orangtua sebaiknya membantu kesiapan mental anak untuk memapu menghadapi masalahnya sendiri.

Dengarkanlah setiap keluh kesahnya, bantulah ia mencari solusi dan menjadi dewasa untuk kuat menjalani hidup.

“If you believe in a child, they will succeed.”

Carol Lanning

Setiap anak pasti mempunyai mimpi atau cita-cita. Seorang  anak yang didukung oleh orangtuanya akan semakin terpacu untuk meraih mimpinya. Orangtua yang percaya bahwa anaknya bisa meraih mimpi akan membuat anak lebih baik. Apalagi jika anak tahu orangtuanya menaruh keyakinan bahwa dirinya akan menjadi sukses dan meraih cita-citanya. Sebab, keyakinan yang ditaruh pada orangtua kepada anak akan menambah motivasi dan kepercayaan dirinya. Jika orangtuanya saja sudah tidak yakin dan mendukung mimpi anaknya, anak akan merasa rendah diri dan tidak termotivasi.

Anak adalah harta yang paling berharga bagi setiap orangtua. Memiliki anak yang berkarakter adalah hal yang membahagiakan. Oleh karena itu, janganlah melewatkan kesempatan yang tidak datang dua kali ini. Buat lingkungan keluarga yang positif, berikan teladan dan jadilah teman yang baik bagi anak.