Sudahkah Kita Memahami Manusia?

Tidak terasa sudah tiga tahun Pijar Psikologi berdiri. Kami tak henti menyuarakan isu kesehatan mental untuk masyarakat Indonesia. Pekerjaan ini masih banyak, perjalanan ini masih panjang. Stigma masyarakat terhadap kesehatan mental masih penuh dengan label-label negatif.

Gampang sedih dibilang baper (bawa perasaan)

Selalu aktif dibilang ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disoder)

Depresi dibilang kurang iman

Introver dibilang Ansos (anti sosial)

Sibuk sendiri dibilang autis

Moody sedikit dibilang bipolar

Sudahkah kita berusaha memahami mereka? Sudahkah kita menghargai perbedaan individu tanpa stigma. Memiiki anak dengan autisme dan ADHD bukanlah pekerjaan mudah. Orang tua yang memiliki anak dengan spektrum autisme pasti sedih mendengar orang seenaknya menggunakan kata autis untuk melabeli orang-orang yang sering sibuk sendiri. Memiliki depresi dan keinginan bunuh diri sangat berbeda sedih biasa. Mereka yang depresi senantiasa berdoa kepada Tuhan agar sakitnya disembuhkan, namun mudah sekali masyarakat mengganggap mereka kurang iman.

Pijar psikologi ingin mengajak masyarakat lebih peka dan menghargai perbedaan manusia. Kami ingin menyampaikan pesan bahwa setiap orang unik dan memiliki perjalanan kehidupan masing-masing. Orang-orang introver bukanlah orang anti sosial, mereka memilih kualitas teman dibandingkan kuantitas. Orang-orang yang sibuk sendiri bukanlah autis, mereka passionate akan hal yang dkerjakan. Mereka yang depresi bukanlah karena kurang iman, namun karena ada landasan biologis yang menyebabkan mereka lebih pesimis dan selalu sedih.

Kita terbiasa memberi label dan judgment akan perilaku orang-orang di sekitar kita. Kita tidak memberi ruang untuk menerima perbedaan, untuk memahami manusia sebagaimana adanya.

#Understanding Human

Pijar Psikologi mengusung hashtag baru #UnderstandingHuman sebagai aksara yang mewakili cita-cita kami untuk menghapus stigma. Jika kita bisa memahami segala perilaku manusia tanpa buru-buru memberi judgment dan label, maka dunia akan menjadi tempat yang ramah bagi setiap orang.

Melalui #UnderstandingHuman, kami ingin mengajak pembaca memahami berbagai sudut pandang dalam melihat suatu fenomena manusia. Jika melihat seseorang depresi, kami ingin pembaca bisa memahami bahwa depresi adalah penyakit global yang memiliki penyebab biologis, psikologis, dan sosial. Jika melihat seorang introver, kami ingin pembaca memahami bahwa introver bukanlah sebuah β€˜kecacatan’ kepribadian, namun sebuah trait yang lebih mementingkan kualitas teman dibandingkan kuantitas. Bahkan jika kita berbicara LGBTQIA++ misalnya, Pijarpsikologi ingin mengajak pembaca untuk sedikit memahami pergulatan mereka yang terlahir sebagai bagian dari LGBTQIA++. Kami ingin mengajak pembaca memahami berbagai fenomena dari kacamata genetika, biologis, psikologis, sosial, hingga norma budaya dan agama.

Pijar Psikologi tidak mengagungkan orang-orang dengan kesehatan mental, tidak menilai kepribadian mana yang baik atau buruk, dan bersikap netral terhadap isu LGBTQIA++, kami hanya ingin penduduk Indonesia yang lebih compassionate terhadap sesama manusia dengan melihat suatu fenomena dari berbagai sudut pandang.

Salam berpijar untuk negeri,

Pijar Psikologi