Produktivitas dan 3 Aspek Kesehatan

Di zaman dimana deadline menumpuk adalah hal yang lumrah, lembur adalah kewajiban sehari-hari dan menu makanan adalah hal yang sering kita abaikan, membuat kita seringkali lalai dengan kesehatan tubuh. Tidak hanya itu, kita seringkali tidak menyadari bahwa dunia telah mengubah manusia menjadi makhluk yang terisolasi ketimbang bersosialisasi. Dengan sempitnya waktu dan tumpukan tuntutan hidup, kita juga seakan diwajibkan untuk menjadi pribadi yang selalu produktif ditengah kondisi fisik, mental dan sosial yang terabaikan.

***

Kesehatan menurut World Health Organization (WHO) adalah keadaan dimana mental, fisik dan kesejahteraan sosial seseorang berfungsi secara normal, tidak hanya ditandai dengan ketiadaan suatu penyakit. Namun, terkadang masih banyak dari kita yang menganggap kesehatan hanyalah seputar fisik yang tidak sakit, atau fisik dan mental yang kondusif sehingga mengabaikan kesehatan sosial. Banyak dari kita tidak lagi menjadi pribadi yang produktif karena ketimpangan antara tiga aspek kesehatan tersebut, yaitu fisik, mental dan sosial. Belum lagi faktor lingkungan kerja yang negatif, tekanan pekerjaan yang masif, budaya yang abusive dan teman kerja yang toxic juga terkadang menambah daftar menurunnya produktivitas di lingkungan kerja. Padahal, untuk menjadi produktif, seseorang harus berada pada kondisi yang seimbang antara fisik, mental, juga sosial.

Mengutip pernyatan WHO pada Piagam Ottawa bahwa kesehatan adalah sumber daya untuk kehidupan keseharian bukan hanya tujuan hidup, maka penting untuk kita menjaga kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Kesehatan yang harus kita jaga meliputi kesehatan fisik, mental dan sosial untuk menjaga kita agar tetap produktif.

1. Kesehatan Fisik/Jasmani

Kesehatan fisik yaitu kesehatan yang ditandai dengan kondisi tubuh bugar dan berfungsi secara normal sehingga mampu melakukan aktivitas sehari-hari. Dengan sehat secara fisik, kita bisa tetap beraktivitas dalam pekerjaan, melakukan hobi, berwisata, berolahraga, menghasilkan karya dan menyelesaikan tanggungjawab kita. Keadaan fisik yang lemah akan berpengaruh terhadap produktivitas kita sehari-hari. Menjaga kesehatan fisik bisa dilakukan dengan cara berolahraga, makan makanan sehat dan bernutrisi, cukup tidur dan istirahat, menghindari minum minuman beralkohol dan merokok.

2. Kesehatan Mental

Kesehatan mental terkait dengan tiga hal, yaitu pikiran, emosional, dan spiritual. Seseorang yang sehat pikiran dan emosional maka, ia akan dapat mengendalikan dan menyalurkan jalan pikiran serta perasaannya dengan baik. Misalnya ketika seseorang sedang sedih, kecewa, ataupun marah, ia akan cenderung mengekspresikan emosi tersebut dengan baik dan tepat sesuai posinya. Lain halnya dengan seseorang yang sehat secara spiritual, ia memiliki hubungan yang dekat dan baik antara dia dan Tuhannya. Hal tersebut terlihat dari bagaimana ia menyalurkan rasa syukur dan keyakinannya, serta caranya dalam memandang hubungannya dengan Tuhan.

Kesehatan mental penting untuk dijaga karena seseorang yang tidak sehat secara mental akan memengaruhi kinerja dan produktivitasnya sebagai manusia. Data menyebut bahwa ekonomi global menurun sekitar 1 triliun per tahun karena adanya pengaruh gangguan mental (depresi dan kecemasan) terhadap menurunnya produktivitas di dalam lingkungan kerja.

3. Kesejahteraan Sosial

Kesejahteraan sosial ditandai dengan keadaan dimana seseorang mampu untuk membentuk hubungan intrapersonal dengan orang lain. Seseorang yang sejahtera dan sehat secara sosial mampu beradaptasi dan bersikap dengan baik pada berbagai situasi sosial. Selain itu, kesejahteraan sosial juga terkait dengan pemenuhan kebutuhan seseorang terhadap dirinya, yaitu adanya perasaan aman, damai, sejahtera, serta rasa cukup terhadap pangan, sandang, dan papan.

 ***

Perlu kita ketahui bahwa kesehatan fisik, mental, dan kesejahteraan sosial merupakan aspek-aspek dalam kesehatan yang saling berhubungan. Kondisi fisik dan kualitas kesejahteraan sosial mampu mempengaruhi kondisi mental seseorang, misalnya ketika kita sedang sakit, sering kita menjadi lebih sensitif dari biasanya, sehingga membuat kita cepat marah. Hal ini bisa berdampak pada hubungan kita dengan orang lain menjadi kurang baik. Atau ketika kesejahteraan sosial tidak terpenuhi dalam hidup kita, maka kita cenderung kesulitan dalam beradaptasi dengan baik bahkan hal tersebut juga bisa membuat kita lebih mudah merasa khawatir dan cemas. Dengan begitu, maka kita sebagai manusia akan terganggu dalam menjalani kehidupan sehari-hari misalnya menurunnya produktivitas. Hal itu semata-mata karena dampak dari menurunnya suatu aspek kesehatan juga akan memengaruhi aspek kesehatan lainnya.

Maka dari itu, perlu kita sadari dan pahami bersama bahwa produktivitas kita sangat dipengaruhi oleh kesehatan. Kesehatan yang seutuhnya meliputi sehat secara fisik, mental dan sosial, sehingga kita perlu memperhatikan kesehatan dari berbagai aspek tersebut dan menjaganya agar tetap seimbang demi kesehatan diri yang seutuhnya.


Sumber gambar: www.unsplash.com.

Let others know the importance of mental health !

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*