Public Display Affection: Cara Mereka ‘Menunjukan’ Kasih Sayang

Menunjukkan kemesraan di ruang publik dikenal sebagai public display affection (PDA)Konteks PDA ini berbeda-beda dalam setiap negara, tergantung pada nilai budaya dan norma yang dianutnya. Beberapa negara di Eropa dan Amerika menganggap berpelukan dan berciuman adalah perilaku normal. Namun, hal itu tidak berlaku sama di Indonesia.

Di Indonesia, berciuman dianggap menyalahi norma. Kemudian, sebagian orang masih memandang berpegangan tangan adalah hal yang tidak lumrah. Misalnya, ketika berpegangan tangan bersama pasangan di gang kecil sebuah desa. Sementara itu, berpelukan dapat dianggap wajar ketika dilakukan di tempat tertentu, seperti di bandara, mall besar atau saat menikmati konser. Namun, akan terlihat tidak lumrah saat pasangan melakukannya di institusi pendidikan.

Mengapa Menunjukkan Kemesraan?

Menunjukkan kemesraan di depan publik berisiko mendapatkan cibiran, tatapan sinis, ataupun sindiran dari orang lain yang melihatnya. Meskipun begitu, sebagian orang tetap memilih untuk menunjukkan kemesraan seolah tidak peduli dengan perkataan orang lain. Mengapa mereka berani untuk melakukannya? Ada beberapa alasan yang mendorong keinginan tersebut, antara lain:

Meningkatkan Citra dalam Diri

Beberapa pasangan meyakini, dengan berani menunjukkan kemesraan di depan publik  (berpegangan tangan, berpelukan, mengusap kepala, dll) maka dapat meningkatkan citra dalam diri mereka. Meningkatkan citra dalam diri karena mampu membuktikan pada khalayak bahwa mereka bisa melakukannya dengan pasangan.

Selain itu, mendapat pengakuan dari rekan terdekat. Seperti pada laki-laki, mereka akan dihargai teman laki-lakinya karena telah memiliki pasangan dan berani menunjukkan kemesraan di depan teman-temannya. Seolah-olah berhasil membuktikan bahwa dirinya adalah lelaki sejati.

Membuat Orang Lain Cemburu

Sebagian perempuan merasa dirinya lebih berharga ketika bisa membuat teman perempuan lainnya cemburu dengan menunjukkan kemesraan bersama pasangannya di depan mereka. Perempuan juga merasa dirinya lebih baik karena sudah memiliki pasangan. Begitu pula dengan laki-laki, mereka menunjukkan kemesraan agar teman laki-lakinya cemburu.

Bahkan, di luar lingkaran rekan terdekat seseorang, orang lain yang melihatnya pun bisa merasakan cemburu. Merasa cemburu karena melihat dirinya yang tidak memiliki pasangan seperti yang ditunjukkan oleh mereka. Sebagai tambahan, kemesraan juga dilakukan seseorang untuk membuat mantan pasangan cemburu. Seakan menunjukkan dirinya sudah bahagia dengan pasangannya sekarang di depan mantannya.

Menutupi Kelemahan dalam Hubungan

Sebagian orang menunjukkan kemesraan di depan umum sebagai bentuk memamerkan kekuatan hubungan mereka. Dengan memamerkan kemesraannya, mereka seperti mengumumkan bahwa hubungan dengan pasangan nyata adanya. Bentuk afeksi yang begitu kuat dalam perbuatan yang ditunjukkan, membuat orang lain melihatnya sebagai pasangan yang hangat dalam mengekspresikan kasih sayang satu sama lain. Dengan demikian, mereka dapat menutupi kelemahan yang ada dalam hubungan.

Sedang dalam Permainan

Bisa saja mereka yang sedang menunjukkan kemesraan di depan umum sebenarnya sedang dalam permainan. Permainan berupa taruhan untuk memegang, memeluk, bahkan mencium pasangannya di depan orang banyak. Jika mereka berhasil melakukan, maka mendapat apresiasi dan pengakuan dari teman yang menantangnya. Timbul rasa percaya diri karena telah memenangkan pertaruhan.

Alasan ini mungkin terdengar fiksi, layaknya menonton drama atau film yang kita sukai. Namun, tidak menutupi kemungkinan ini juga bisa terjadi di dunia nyata. Mereka yang memamerkan kemesraan dengan alasan permainan, seperti mencari sensasi dan sekadar ingin melakukannya untuk kesenangan.

Melihat sebagai Hal yang Biasa

Beberapa orang tumbuh dalam keluarga yang terbiasa mengekspresikan afeksi dalam bentuk perbuatan. Sebagai contoh, berpegangan tangan, mencium kening pasangan, berpelukan, dan lainnya. Kemudian, sebagian pasangan juga merasa menunjukkan kemesraan adalah hal yang wajar dilakukan. Perbuatan itu dilakukan untuk meyakinkan pasangan bahwa dirinya memang tulus menyayanginya.

Selain itu, media yang disajikan berupa film, drama, novel, atau komik juga menggambarkan bahwa tanda menyayangi pasangan adalah dengan memamerkan kemesraan. Hal ini pun turut memengaruhi pasangan untuk berani menunjukkan kemesraan bersama pasangan di depan khalayak.

Tentang mengapa anak muda ‘gemar’ menunjukan kasih sayang dapat dibaca di sini.

Merasa Tidak Nyaman

Menurut seorang psikolog, Dr. Hill, public display affection mengakibatkan orang lain menjadi penonton yang enggan untuk melihatnya dan merasa tidak nyaman. Muncul perasaan risih dan penilaian negatif terhadap mereka karena seperti tidak tahu tempat yang tepat untuk bermesraan. Keith. E. Davis, seorang psikolog sosial juga menyatakan, kemesraan yang dilakukan membuat orang lain berhadapan dengan kenyataan yang meresahkan. Kenyataan bahwa dirinya hanyalah seorang diri tanpa pasangan atau orang lain yang lekat dalam hidupnya.

Selain itu, sebagian orang memiliki standar kesopanan yang cukup ketat. Hal ini menyebabkan menyaksikan public display affection (pegangan tangan, pelukan, rangkulan, ciuman) sebagai suatu sesuatu yang mengancam bagi diri mereka. Sesuatu yang mengancam karena akan banyak yang ikut memamerkan kemesraan dan mengikis nilai-nilai kesopanan yang dipegang.

Saling Memahami dengan Mengetahui Batas Masing-Masing

Setiap manusia diperbolehkan untuk menunjukkan kasih sayang terhadap pasangannya. Salah satunya dengan menunjukkan kemesraan, yang dilakukan di ruang terbuka. Namun, perlu diketahui ada batasan supaya tidak mengusik kenyamanan orang lain yang menyaksikannya. Karena segala sesuatu yang dilakukan di ruang terbuka, akan memancing orang lain untuk melihat dan mengomentari perilaku tersebut.

Sementara itu, sebagai penonton, wajar bila dirinya merasa tidak nyaman ketika menyaksikan kemesraan orang lain yang dipamerkan di ruang publik. Wajar merasa tidak nyaman karena pengaruh dalam diri (cemburu dan sendiri) atau melihat perilaku yang ditunjukkan sudah di luar batas norma yang diyakini. Akan tetapi, bukan berarti penonton memberi sikap yang menghakimi, yang malah memberi dampak lebih buruk lagi bagi mereka yang melakukan public display affection.

Baca artikel tentang Tanya Jawab Celup di sini.

Let others know the importance of mental health !
Total
15
Shares