Q&A Seputar Psikologi (Pt.2)

Tanya jawab seputar psikologi kembali lagi! Ada pertanyaan apa saja kali ini? Yuk, simak!

  1. Q: Kenapa di umur setelah SMA sekitar 18 tahun ke atas, saya merasa banyak beban pikiran mengenai hidup? Dan kenapa di umur itu banyak yang menjadi labil dan memilih untuk bunuh diri? Apa mungkin ini memang fase di mana seseorang menjadi dewasa atau bagaimana ya?

Jawaban Pijar Psikologi:

Kebingungan yang dialami pada usia pasca lulus SMA memang sangat wajar. Merasakan beban pikiran ini bukan hal yang harus ditakuti. Akan tetapi, harus dipahami bahwa ini memang bagian dalam proses diri menuju dewasa. Seiring bertambahnya usia tentu tanggungan dalam hidup semakin bertambah. Hidup seakan bertambah rumit.

Kebingungan yang muncul bisa membuat seseorang tertekan. Jika tidak mendapat penanganan yang baik, perasaan tertekan ini bisa berujung pada hal yang lebih buruk. Kembali lagi ke pemikiran positif. Jika bisa menanamkan pemikiran positif dalam penyelesaian kebingungan yang dialami, maka selain merasa lebih nyaman dalam berpikir, juga membuat rasa bingung bisa hilang tanpa perasaan tertekan.

Misalnya, jika kamu merasa bingung dengan apa yang harus kamu lakukan selanjutnya pasca lulus, kamu bisa membicarakan hal ini dengan orang tuamu. Coba diskusikan hal yang ingin kamu lakukan dan hambatan yang kamu rasakan. Diskusikan juga hal-hal yang bisa menjadi kesempatan bagimu mengembangkan diri. Terkadang dengan mendengar pendapat dari orang lain, bisa membuka pikiran kita tentang kesulitan yang kita hadapi.

Semangat selalu ya. Jangan patah semangat ketika merasakan kebingungan. Coba ceritakan dengan orang terdekatmu. Selalu berpikir positif, karena pemikiran positif selalu melahirkan hal-hal baik.

Untuk memahami dinamika psikologi yang dialami di usia menuju dewasa lebih lanjut bisa dengan membaca artikel di sini ya.

https://pijarpsikologi.org/krisis-identitas-ayo-kenali-dirimu/

  1. Q: Apakah ada semacam standardisasi dalam ilmu psikologi yang digunakan dalam mengetahui kepribadian orang?

Jawaban Pijar Psikologi:

Tidak ada standar yang paling benar dalam menentukan kepribadian atau kemampuan seseorang, karena setiap teori memiliki landasan paradigma yang berbeda-beda tergantung dari perspektif yang digunakan. Ibaratkan sebuah tabung, bila dilihat dari samping akan terlihat seperti persegi panjang sementara dilihat dari atas akan terlihat bundar.

Pada dasarnya, alat tes dibuat untuk mengukur sesuatu yang tidak terlihat. Karena tidak terlihat, yang dapat dilakukan alat tes adalah melakukan perkiraan. Setiap alat tes memiliki kemampuan perkiraan yang berbeda, serta tentu memiliki kemungkinan kesalahan. Demi meminimalisasi kesalahan perkiraan, maka dibutuhkan beberapa asesmen untuk memastikan hasil tes. Hasil yang didapatkan ini kemudian diolah oleh tenaga profesional (psikolog) untuk menentukan hasil akhir yang diberikan kepada Anda. Apabila hasil tes yang didapatkan berbeda-beda, bisa jadi karena memang alat tes yang digunakan tidak mengukur hal yang sama, tidak didukung oleh banyak asesmen, atau bahkan tidak didukung oleh penilaian psikolog.

  1. Q: Apa itu skizofrenia?

Jawaban Pijar Psikologi:

Skizofrenia adalah sebuah gangguan mental yang mengganggu kemampuan seseorang untuk berpikir, berperilaku dan merasa. Gangguan ini membuat seseorang kehilangan kontak dengan realita. Selengkapnya dapat dilihat di artikel berikut

https://pijarpsikologi.org/kehilangan-koneksi-dengan-dunia-nyata-karena-skizofrenia/

https://pijarpsikologi.org/skizofrenia-ternyata-5-mitos-ini-sudah-lama-berkembang-di-sekitar-kita/

  1. Q: Apa itu depresi?

Jawaban Pijar Psikologi:

Depresi merupakan gangguan mental yang meliputi gangguan pada emosi, fisik, pikiran dan juga hubungan sosial. Depresi berbeda dengan kesedihan biasa, dan untuk didiagnosis dengan depresi, dibutuhkan professional judgment dari psikolog atau psikiater. Untuk ciri-ciri dan penjelasan lebih lengkap mengenai depresi bisa dilihat di  https://pijarpsikologi.org/depresi-apa-sih-ciri-cirinya/

  1. Q: Kalau misalnya ada orang yang terlalu fokus hingga tidak mendengarkan omongan orang lain itu bagaimana ya secara psikologi?

Jawaban Pijar Psikologi: Tidak ada masalah. Yang terpenting orang yang suka fokus harus tahu kapan harus fokus dan kapan waktunya berbicara dengan orang lain. Kita pun harus tahu kapan mengajak ngobrol dan kapan menghargai mereka yang sedang butuh waktu sendiri. Setiap orang memiliki preferensi masing-masing untuk menghabiskan waktunya.

  1. Q: Mengapa kita sangat membutuhkan reward dan punishment pada saat kecil?

Jawaban Pijar Psikologi:

Reward dan punishment merupakan salah satu cara paling mudah untuk membentuk perilaku. Setiap perilaku yang “bagus” akan diberikan imbalan, sementara perilaku yang “jelek” akan diberikan hukuman. Karena paling mudah, orang tua sangat suka menggunakan cara ini.

Celakanya, imbalan untuk sebuah perilaku ini dapat menyebabkan ketergantungan. Sistem pengasuhan yang menuntut reward dan punishment sebenarnya bukan metode pengasuhan yang baik. Dalam proses tumbuh kembangnya, anak yang dibesarkan dengan metode ini biasanya sulit mengekspresikan emosi (selengkapnya baca artikel ini)

  1. Q: Psikopat itu bagaimana ya? Apa setiap pembunuh itu psikopat atau hanya aksi nekat?

Jawaban Pijar Psikologi:

Psikopati memang salah satu gangguan kepribadian antisosial yang mulai sering terdengar entah itu lewat pemberitaan, buku atau film. Stigma negatif pada psikopat disebabkan oleh seringnya pemberitaan tindakan sadis yang dilakukan. Entah itu membunuh atau melakukan tindakan kekerasan lainnya. Akan tetapi, tidak semua kriminalis menunjukkan tanda-tanda psikopati dan tidak semua orang dengan psikopati menjadi kriminalis. Untuk mengetahui hal menarik dan dinamika apa yang terjadi pada psikologis seorang psikopat bisa dibaca di https://pijarpsikologi.org/perasaan-tersakiti-seorang-psikopat/

Nantikan sesi tanya jawab seputar psikologi selanjutnya!

 

Let others know the importance of mental health !