Rendah Diri dan Sistem Imun Emosi

Ketika berbicara tentang kegagalan, penolakan dan permasalahan hidup, tentu kita pernah mengalami masa-masa sulit seperti stres berlebih, ketakutan, tidak termotivasi, cemas, pesimis, hingga merasa putus asa. Namun, pernahkah kita melihat kembali dalam diri kita bahwa sebenarnya ada kemampuan, kecakapan, kompetensi, dan motivasi dalam diri? Hanya saja, terkadang semua itu tertutupi karena pada masa-masa itu biasanya kita mengalami penurunan harga diri.

***

Sebagai manusia, seringkali kita mengalami luka batin karena berbagai sebab. Seperti saat kita terjatuh dari sepeda dan menderita luka fisik di bagian tubuh, batin dan emosi kita pun bisa mengalami hal yang sama dengan berbagai penyebab. Penyebab tersebut misalnya gagal dalam studi dan pekerjaan, rasa bersalah yang mendalam, penolakan dari sebuah hubungan dan lingkungan, atau kehilangan orang tersayang. Penyebab-penyebab itu tidak jarang membuat kita kehilangan diri sendiri, tidak percaya pada hidup, jatuhnya harga diri dan meningkatnya kerentanan kita terhadap hal-hal yang berpotensi melukai diri.

Padahal, sebagai manusia kita dibekali dengan kemampuan untuk bertahan hidup. Salah satu caranya yaitu dalam bentuk sistem imun. Dalam konteks kesehatan fisik, kita tentu tahu apabila kita memiliki sistem imun yang rendah, maka kita akan mudah terserang penyakit entah itu virus, bakteri, atau mikroba lainnya. Begitu juga dengan kesehatan mental, apabila kita memiliki sistem imun emosi yang rendah, maka kita pun juga akan rentan terkena luka atau “penyakit” psikologis. Lalu, apa sebenarnya sistem imun emosi?

Emotional Immune System (EIS) atau sistem imun emosi adalah istilah yang digunakan untuk mendefinisikan mekanisme pertahanan tubuh kita untuk menjaga pikiran-pikiran negatif/toksik beserta efek yang ditimbulkannya. Misalnya, ketika berhadapan dengan masa-masa stres, tubuh kita lebih rentan terhadap penyakit, karena peningkatan tingkat stres diketahui memengaruhi kesehatan fisik dan psikis. Peran sistem imun emosi ini adalah melindungi kita dari kerusakan yang tidak perlu, disebabkan oleh pikiran negatif serta membantu kita dalam membangun harga diri/citra diri yang positif. Dengan kata lain, level harga diri merupakan proyeksi dari kinerja sistem imun emosi kita. Mereka yang memiliki harga diri yang rendah menyebabkan dirinya merasa begitu tidak berdaya. Artinya, harga diri yang dimiliki seseorang berbanding lurus dengan sistem imun emosi dalam dirinya. Apabila seseorang rendah diri, ia akan memiliki ketahanan yang lemah terhadap stresor-stresor atau hal-hal yang berpotensi melukai dirinya. Akibatnya ia menjadi lebih rentan mengalami luka psikologis yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Harga diri yang rendah membuat sistem imun emosi kita lemah dan rentan mengalami luka-luka psikologis, seperti merasa rapuh, membuat kita menolak umpan balik positif, tidak tegas, tidak berdaya dan tidak mau menerima nutrisi emosi yang dibutuhkan.

Kita Adalah Makhluk yang Berharga

Mungkin beberapa dari kita pernah atau sedang mengalami penurunan harga diri, bahkan ada beberapa yang mengalami tingkat rentan yang luar biasa dengan luka-luka psikologi. Akhirnya, banyak dari kita merasa tidak bahagia, tidak percaya diri, kurang termotivasi, mengalami krisis percaya diri dan krisis identitas. Maka, ingatlah bahwa kita adalah manusia yang dengan segala kerentanannya. Hal yang pelru kita kontrol adalah bagaimana mengetahui seberapa jauh kita rentan terhadap luka psikologis akibat rendahnya harga diri.

Kita bisa mengajak teman untuk saling membantu dalam meningkatkan kesadaran tentang berharganya diri kita. Kita bisa memulainya dengan mengajak dua atau tiga orang teman yang kamu percaya untuk berbincang. Kemudian ajukan beberapa pertanyaan seperti:

Seberapa berharganya dirimu untuk dirimu sendiri?

Hal apa yang ingin kamu lakukan dalam hidupmu?

Bagaimana hubunganmu dengan orang-orang sekitarmu?

Kita bisa menilai dari jawaban-jawaban tersebut bagaimana persepsi kita terhadap diri kita sendiri. Hal itu juga berimplikasi pada seberapa besar kepercayaan kita terhadap diri sendiri, termasuk tentang seberapa berharganya diri di mata kita sendiri. Selain itu, ada beberapa hal yang perlu kita terapkan agar kita tidak lagi merasa rendah diri. Salah satunya yaitu dengan berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Sudah saatnya bagi kita untuk menjadi diri sendiri yang sepenuhnya, dalam versi terbaik kita. Inilah saatnya kita menjadi diri sendiri dengan sepenuhnya menerima kelebihan dan kekurangan yang kita miliki. Karena seberapapun kita melihat kesempurnaan orang lain, tetap tidak ada yang bisa menjadi sempurna untuk kemudian menjadi tolak ukur kita membandingkan dengan diri sendiri. Dengan berhenti membandingkan diri dengan orang lain, kita bisa hidup dengan perasaan dan pikiran yang lebih menghargai dan menyayangi diri sendiri secara positif.

***

Hal yang wajar apabila pada masa-masa sulit kita mempertanyakan lagi sistem imun emosi kita yang berimbas pada tinggi-rendahnya harga diri. Namun, menjadi tidak wajar apabila kita terus-menerus melemah, menajdi semakin tidak berdaya dan akhirnya kehilangan diri kita. Sudah saatnya untuk mengembalikan imun emosi kita untuk membantu kita menjadi seseorang yang lebih tangguh, memiliki harga diri, dan melepaskan rasa sakit serta gangguan yang menghambat pertumbuhan dan kesehatan diri kita seutuhnya.


Sumber gambar: www.unsplash.com

Let others know the importance of mental health !
Total
14
Shares