Rethinking Stress: Bagaimana Stres Dapat Berdampak Positif Bagi Kita

Produktivitas memburuk, kesehatan menurun, hubungan dengan lingkungan terganggu, tidur tidak berkualitas, kecenderungan berpikir negatif dan emosi meluap-luap adalah beberapa gejala yang biasa kita alami pada saat mengalami stres. Namun, tahukah kita bahwa stres ternyata juga bisa berdampak positif dalam kehidupan?

***

Rutinitas hidup seringkali membuat kita stres. Kita stres karena tumpukan pekerjaan kantor, kita stres karena rumah yang berantakan, kita stres karena jalanan yang macet, kita stres karena pemerintah yang ruwet. Hampir semua hal dalam hidup berpeluang membuat kita stres. Stres bisa terjadi pada siapapun, dimanapun dan kapanpun. Stres dapat menimpa siapapun dari mulai anak-anak hingga dewasa, bahkan pada usia lanjut sekalipun.

Stres sering dikaitkan sebagai reaksi tubuh baik secara fisiologis maupun psikologis terhadap kondisi yang sedang dialami. Kondisi tersebut bisa berupa ancaman, tantangan, atau kondisi fisik maupun mental yang dapat menyebabkan perubahan keseimbangan tubuh. Stres adalah kondisi normal yang merupakan mekanisme tubuh dalam mencari keseimbangan. Namun, apabila stres terjadi berkepanjangan maka hal ini bisa menjadi pemicu menurunnya kualitas tidur, gangguan pencernaan, ketidakseimbangan hormon dan perubahan sistem saraf. Pada saat kita mengalami stres, tubuh memproduksi hormon seperti epinefrin, norepinefrin, dan kortisol. Hormon-hormon tersebut berpengaruh pada menurunnya sistem imun. Norepinefrin dalam suatu studi ilmiah, bahkan telah terbukti berperan dalam terjadinya depresi.

Stres terasa berdampak sangat negatif bagi kita. Namun, adakah dampak positif dari stres terhadap kehidupan kita?

Memahami Dampak Positif yang Disebabkan oleh Stres

Sebenarnya stres tidak selalu memberi dampak negatif kepada manusia. Stres seperti dua sisi mata uang, ia bisa berdampak positif maupun negatif. Stres yang memiliki dampak positif sering disebut Eustress, sedangkan stres yang memiliki dampak negatif disebut dengan distress. Saat eustress menimpa seseorang, maka yang sering terjadi adalah meningkatnya produktivitas dan kesehatan. Sebaliknya jika seseorang mengalami distress, maka dapat berakibat semakin memburuknya produktivitas, kesehatan dan munculnya gangguan hubungan dengan lingkungan.

Stres diketahui dapat menjadi penyebab meningkatnya beberapa fungsi dalam sistem memori. Dengan stres yang diterima oleh seseorang, maka  kemampuan sistem yang ada di otakpun bisa bekerja dengan baik. Inilah yang mengapa ketika seseorang mengalami stres, ia lebih fokus dan produktif yang akhirnya berdampat positif pada produktivitasnya. Seseorang yang mengalami stres dan berhasil mengelolanya dengan baik dapat membuatnya bertambah kuat dari segi fisik maupun mental. Seperti halnya ketika kita menerima vaksin. Dalam dosis yang tepat, vaksin akan membantu kita dalam melawan kuman penyakit yang membahayakan tubuh. Hal ini sejalan dengan studi Richard Dienstbier dalam teori ketangguhan mental yang menyatakan bahwa seseorang yang mengalami beberapa stresor yang dapat dikelola dengan baik, dapat membuat orang tersebut menjadi lebih tangguh secara mental dan fisik. Adanya stress yang dapat dikelola tersebut mampu membuat seseorang menjadi tidak rentan terhadap stres di masa depan.

Dalam sebuah penelitian di Harvard menemukan bahwa mengubah persepsi kita terhadap stres sebagai hal yang bermanfaat dan baik dapat meningkatkan kinerja dan meningkatkan fungsi fisiologis tubuh. Hal yang terpenting untuk bisa mengelola stres dengan baik adalah megubah cara pandang dan pemikiran kita terhadap stres itu sendiri. Menerima stres dengan baik setelah itu berdamai dengan stres yang datang. Stress tidak selamanya buruk bagi kita. Hal yang terpenting adalah bagaimana kita mengelola stres tersebut. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk mengelola stres yang kita hadapi yaitu latihan pernapasan, relaksasi, meditasi, yoga, mengelola hubungan dalam interaksi sosial, mengalihkan pikiran dari dari problem dan introspeksi kedalam diri sendiri.

Baca juga : CURHAT: Saya Sedang Stres dan Merasa “Berbeda” dari Orang Lain. Bagaimana Saya Bisa Bangkit Lagi? di sini


Artikel ini adalah sumbang tulisan dari Tambara Boyak. Tambara dapat dihubungi melalui instagram @tambara.boyak.

 

Let others know the importance of mental health !
Total
2
Shares