Saat Stres Menyerang Tubuh Kita

Apa yang terlintas dalam pikiran Anda ketika mendengar kata stres? Atau pernahkah Anda merasakan stres itu? Setiap hari kita dihadapkan pada masalah, tekanan, dan tuntutan yang berat dalam kehidupan. Pada saat itulah kita akan mengalami stres. Degup jantung bertambah kencang, keringat yang terus mengucur hingga rasa sakit di kepala adalah respon fisik saat kita merasakan stres.

Macam-Macam Stress

Tidak semua stress berdampak buruk bagi kita. Terdapat salah satu jenis stres yang disebut eustress, yaitu ketika kita merespon stres yang datang sebagai suatu hal yang memotivasi. Contohnya saat menghadapi ujian kenaikan kelas, mungkin kita mengalami stres dikarenakan harus mempelajari ulang keseluruhan materi. Akan tetapi di sisi lain, hal tersebut memotivasi kita untuk dapat meningkatkan kemampuan agar bisa naik ke kelas yang lebih tinggi. Dalam hal ini, kita menanggapi stes yang datang sebagai pendorong untuk meningkatkan kemampuan diri.

Tak hanya eustress, terdapat jenis lainnya dari stres yang disebut distress. Distress  ini terjadi ketika kita merespon stres yang datang sebagai hal yang buruk, yang membuat kita merasa selalu tertekan, bahkan membuat penderitaan secara fisik maupun mental. Ketika kita mengalami distress maka tidak hanya psikis kita saja yang merasa tidak nyaman, namun tubuh akan merespon stres sebagai ancaman yang harus dimusnahkan.

Respon Tubuh saat Mengalami Stres

Dalam tubuh kita, terdapat jaringan saraf yang berfungsi mengontrol tindakan tubuh secara otomatis. Jaringan saraf ini disebut dengan Autonomic Nervous System (ANS). ANS juga berfungsi mengelola keseimbangan di dalam tubuh dan mengelola respon kita terhadap stres. Saat mengalami stres, salah satu cabang dari ANS yang disebut cabang simpatis (sympathetic nervous system), akan menstimulasi lapisan dalam dari kelenjar adrenal untuk melepas zat kimia yang disebut catecholamines (epinefrina dan nonepinefrina). Gabungan dari epinefrina dan nonepinefrina akan menggerakkan tubuh saat menghadapi stresor. Caranya adalah dengan meningkatkan kerja jantung dan menstimulasi hati untuk melepaskan persediaan gula. Persediaan gula tersebut akan digunakan sebagai tenaga untuk melindungi diri dalam situasi mengancam.

Selama mengalami stres berkepanjangan, tubuh akan terus-menerus memompa keluar epinefrina dan nonepinefrina yang dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh. Di antaranya adalah menekan kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melindungi kita dari berbagai infeksi dan penyakit. 


Pengaruh Stres pada Sistem Kekebalan Tubuh


Tubuh manusia secara konstan melakukan misi pertahanan untuk mencari dan membunuh mikroba yang dapat berdampak buruk terhadap tubuh. Salah satu sistem pertahanan tersebut adalah leukosit. Leukosit merupakan pasukan sistem kekebalan tubuh yang bertugas membunuh patogen seperti bakteri, virus, jamur, sel-sel yang rusak, atau sel-sel kanker. Ketika mengalami stres, tubuh akan menganggap stres sebagai patogen yang harus segera dimusnahkan.

Apabila sistem “pemusnahan” stres ini terjadi secara terus-menerus dan berkepanjangan, sistem kekebalan tubuh akan melemah. Akibatnya tubuh akan rentan terhadap penyakit baik yang ringan seperti flu maupun penyakit kronis seperti kanker. Stres berkepanjangan juga dapat memperlambat penyembuhan luka.

———————————–

Stres mungkin tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari kita. Namun, yang terpenting adalah bagaimana kita mengenalinya dan menjaga kesehatan fisik maupun psikologis dari stres tersebut. Maka dari itu, yuk belajar berdamai dengan stres dan belajar untuk me-manage nya!

“Adopting the right attitude can convert a negative stress into a positive one.” –Hans Selye

 

Artikel ini adalah sumbang tulisan dari Shinta Bella, seorang mahasiswi Psikologi yang hobi menulis dan membuat karya do it yourself (DIY). Selain itu, Shinta Bella juga suka sekali menonton drama Korea. Ia dapat dihubungi di akun Instagram @shinbellaa dan Twitter @Shinbellaa. Untuk membaca tulisan-tulisannya, kamu dapat mengakses Tumblrnya di https://gingeralesblog.tumblr.com/ dan Blognya di ginger-9.blogspot.com. Artikel ini juga dipublish di https://ginger-9.blogspot.com/2019/01/saat-stress-menyerang-tubuh.html.

Let others know the importance of mental health !