Sehat di Segala Aspek. Apa Saja, sih?

Kesehatan adalah kekayaan yang sesungguhnya, bukan perak atau emas.

– Mahatma Gandhi

Sehat adalah sebuah kenikmatan dari Tuhan yang mahal harganya. Bayangkan apabila kita pusing sedikit saja. Bekerja jadi tidak nyaman, fokus dan kewaspadaan berkurang, bahkan dapat menimbulkan kemalasan. Merasa sakit sedikit dapat mengurangi produktivitas kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Namun, ternyata, bukan fisik saja, loh, yang dapat mempengaruhi produktivitas kita. Kali ini, bayangkan apabila kita sedang merasa galau sedikit saja. Pikiran jadi kemana-mana dan sulit menjadi fokus. Dampaknya sama dengan ketika merasa pusing, yaitu menurunnya produktivitas.

Jadi, sehat bukan semata-mata tidak adanya penyakit pada tubuh kita.

World Health Organization (WHO) mendefinisikan, “Health is a state of complete physical, mental, and social well-being, and not merely the absence of disease or infirmity.” Pada Piagam Ottawa tahun 1986, WHO menjelaskan bahwa, “Kesehatan yaitu sumber daya untuk kehidupan keseharian, bukan hanya maksud hidup.”

Dari definisi tersebut kita mengetahui bahwa terdapat tiga komponen yang mendukung kehidupan keseharian, yaitu:

Kesehatan Jasmani

Ini adalah yang paling terlihat di antara jenis kesehatan yang lain, yaitu suatu kondisi tubuh yang bugar dan berfungsi secara normal sehingga mampu melakukan aktivitas sehari-hari. Orang yang sehat terlihat dari kemampuannya dalam melakukan aktivitas fisik, asupan nutirisi dan gizi yang seimbang, tidak terdapat kandungan alkohol maupun narkoba di dalam tubuhnya, kemampuan dan kesadaran saat menangani luka dan penyakit, serta kualitas istirahat dan tidur yang cukup.

Kesehatan Mental

Kesehatan mental terkait dengan tiga hal, yaitu pikiran, emosional, dan spiritual. Orang yang sehat pikiran dan emosional dapat mengendalikan dan menyalurkan jalan pikiran dan perasaannya dengan baik seperti ketika ia sedang sedih, kecewa, ataupun marah. Sedangakan orang yang sehat spiritual ialah yang memiliki hubungan baik antara dia dan Tuhannya. Hal tersebut terlihat dari bagaimana ia menyalurkan rasa syukur dan keyakinannya, serta caranya dalam beragama.

Kesejahteraan Sosial

Kesejahteraan sosial melibatkan kemampuan seseorang untuk membentuk hubungan intrapersonal dengan orang lain. Orang yang sejahtera dan sehat secara sosial mampu beradaptasi dengan baik pada berbagai situasi sosial dan mampu bersikap dengan baik pada berbagai situasi lingkungan.

Selain itu, kesejahteraan sosial juga terkait dengan pemenuhan kebutuhan seseorang terhadap dirinya, yaitu adanya perasaan aman, damai, sejahtera, serta rasa cukup terhadap pangan, sandang, dan papan.

Sehat di Segala Aspek

Perlu kita ketahui bahwa kesehatan jasmani, kesehatan mental, dan kesejahteraan sosial saling berhubungan, sebagaimana pepatah “Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”.  Kondisi fisik dan kualitas kesejahteraan sosial mampu mempengaruhi kondisi mental seseorang. Misalnya, ketika kita sedang sakit gigi, otomatis mood kita akan berubah. Mudah kesal, gampang marah, bahkan senggol bacok. Juga, ketika kita kesejahteraan sosialnya tidak terpenuhi karena tidak mampu beradaptasi dengan baik pada suatu kelompok, akan lebih mudah merasa khawatir dan cemas.

Setelah mengetahui tiga komponen kesehatan di atas, yuk lebih memperhatikan kesehatan diri kita! Tidak hanya kesehatan jasmani saja, tetapi juga kesehatan mental dan kesejahteraan sosial. Dengan begitu, hidup akan lebih produktif dan lebih bahagia. Sudah siap?


Sumber data tulisan (sertaan daftar pustaka atau footnote)

  1. http://www.who.int/about/definition/en/print.html
  2. http://study.com/academy/lesson/what-is-physical-health-definition-components-examples.html
  3. http://study.com/academy/lesson/what-is-social-health-definition-examples.html

Image Featured Credit: web.iit.edu/shwc

Let others know the importance of mental health !

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*