Selamatkan Temanmu dari (Pemikiran) Bunuh Diri!

Bagi siapa saja yang memiliki teman atau sahabat yang memasuki masa-masa sulit, sering merasa kesepian, mengalami quarter life crisis, depresi, atau menunjukkan rasa putus asa terhadap hidup serta menarik diri dari lingkungan sosial, maka sudah saatnya bagi kita sebagai teman, sahabat dan keluarga mereka untuk menyelamatkannya. Apalagi, teman dan sahabat kita diketahui memiliki riwayat melakukan self-harm, bukan tidak mungkin bahwa ia juga memiliki suicidal thoughts (pemikiran untuk bunuh diri).

***

Bagaimana kita menyelamatkan mereka yang memiliki suicidal thoughts? Untuk bisa menyelamatkan teman dan sahabat kita yang memiliki pemikiran bunuh diri, maka kita perlu mengetahui apa saja yang menjadi pertanda bahwa teman atau sahabat kita memiliki pemikiran tersebut?

Berikut ini ada beberapa tanda seseorang mempunyai pikiran untuk bunuh diri.

  1. Merasa “terkurung” dan kesepian.

Seseorang yang memiliki pemikiran bunuh diri cenderung merasa terkurung oleh dirinya sendiri, oleh pikirannya sendiri, oleh perasaannya sendiri. Dia merasa sendiri melewati semua tantangan hidup yang sedang ia hadapi. Rasanya berat untuk menanggung beban ini sendirian. Namun, ia tidak bisa atau tidak tahu bagaimana caranya untuk bercerita atau meminta bantuan demi meringankan beban hidupnya. Maka, hal yang bisa ia lakukan adalah menyimpannya sendiri, sehingga ia merasa sangat sepi di dalam kesehariannya, tidak ada seorang pun yang mengerti apa yang sebenarnya terjadi, tidak ada seorang pun yang bisa memberikan dukungan.

  1. Merasa tidak punya masa depan.

Orang-orang dengan pemikiran bunuh diri merasa sudah menemui jalan buntu. Seakan-akan ia berhenti berjalan karena ada tembok besar, tinggi dan kokoh menghadang langkahnya, sehingga ia tidak bisa lagi berjalan kedepan. Dia tidak bisa melihat masa depan dengan jelas. Pandangannya gelap dan ia merasa hidupnya telah berhenti hanya sampai di saat itu.

  1. Menarik diri dari lingkungan sosialnya.

Dia akan merasa tidak ada lagi arti lingkungan sosialnya karena tidak ada lagi yang mengerti dan memahami dia. Maka dari itu, ia menarik diri dari lingkungan sosialnya dan cenderung menyendiri.

  1. Melukai diri sendiri dan berbicara soal kematian.

Orang-orang dengan pemikiran bunuh diri bisa melakukan self-harm karena merasa dengan melukai diri sendiri dia dapat mengurangi rasa sedih dan sakit di dalam jiwanya. Selanjutnya, mereka mulai membicarakan bagaimana konsep kematian menurut dirinya, bagaimana cara membunuh dirinya sendiri.

  1. Membenci diri sendiri.

Semakin dia merasa sendiri, semakin dia membenci dirinya sendiri. Hal tersebut mendorongnya untuk berpikiran ke hal yang lebih buruk, misalnya terus menyalahkan diri hingga membenci diri sendiri (self-loathing) atas apa yang sudah terjadi terhadapnya selama ini.

Apabila ada teman atau sahabat yang memiliki kemiripan dengan tanda-tanda tersebut, maka sudah saatnya bagi kita untuk berhenti sejenak. Kembalilah pada teman atau sahabat kita untuk menanyakan kabarnya. Tidak ada yang benar-benar tahu bagaimana keadaannya sampai kita mau bertanya dan “membaca” apa yang sedang terjadi dalam hidupnya. Tawarkan bantuan, sediakan telinga untuk mendengar, tanyakan apa yang ia butuhkan dan berikan pundak kita untuk tempat mereka bersandar. Bukakan pintu lebar-lebar untuk mereka mencurahkan isi hatinya, menangis sejadi-jadinya, tanpa ada penilaian dan penghakiman dari kita. Teman adalah keluarga kita, mereka bagian dari perjalanan hidup kita, maka tidak ada salahnya untuk menyelamatkan mereka terlebih pada saat mereka berada pada titik terendahnya. Apabila ada teman atau sahabat yang memiliki pemikiran bunuh diri, atau mereka sudah menghubungimu untuk melakukan bunuh diri, SEGERA hubungi nomor-nomor pencegahan bunuh diri terdekat di wilayah tempat tinggal temanmu.

Into the Light: https://www.intothelightid.org/

Hotline suicide Depkes: 500 454

Kunjungi Puskesmas terdekat bagi yang berdomisili di Yogyakarta

Kunjungi Fakultas Psikologi Terdekat di kotamu dan tanyakan layanan psikologi yang disediakan

Kunjungi rumah sakit terdekat dan tanyakan layanan kesehatan mental

 ***

Kita juga bisa menyelamatkannya dengan cara:

  1. Mempersiapkan diri sendiri. Siapkan dirimu untuk mendengar, tidak menghakimi, tidak berasumsi pribadi, apalagi membenci. Berempatilah. Ingat, kita bisa menyelamatkan nyawa seorang teman dengan mendengarkan keluh kesahnya dan ada saat dia membutuhkan seseorang untuk menemaninya.
  2. Sebisa mungkin membuat dia merasa aman. Buat dia nyaman dan aman dengan kehadiranmu. Dengan membuat dia merasa aman, hal itu akan mengurangi sedikit beban dan pikirannya selama ini Dia merasa bahwa ada seseorang yang masih peduli dengan dirinya.
  3. Berikan motivasi untuknya mendapatkan bantuan profesional (psikiater/psikolog). Bantu dia untuk mencari tahu tentang bantuan profesional yang sekiranya ia butuhkan. Apabila perlu, kita bisa menawarkan kesediaan untuk menemaninya datang ke psikiater atau psikolog. Dukungan moral dan sosial sangat diperlukan pada masa-masa ini.

Baca juga: 5 Hal yang Bisa Dilakukan Saat Ada Kerabat yang Ingin Bunuh Diri di sini.

Untuk siapapun yang lelah dengan kehidupan, tenanglah kamu masih memiliki teman dan sahabat yang peduli dan mencintaimu. Masih ada mereka yang akan siap mendengar dan memberikan dukungan padamu. Hubungi teman-teman terdekatmu, carilah bantuan maupun support group. Untuk kita, pastikan bahwa teman-teman dan sahabat-sahabat kita memiliki hati dan dukungan kita. Untuk semua, ingatlah selalu bahwa akan selalu ada hati dan cinta yang terbuka untuk kita yang mau mengetuknya.

Semoga semua makhluk berbahagia!

 


Artikel ini adalah sumbang tulisan dari Muhammad Riduan. Ia biasa dipanggil Duan. Duan adalah seorang mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang. Ia dapat dihubungi melalui twitter @Lonelydwarfv dan  instagram di Leavemealonev.

Let others know the importance of mental health !

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*