Self-Sabotage dan Pengaruhnya Terhadap Pencapaian Tujuan

Dalam menjalani kehidupan, kita biasanya memiliki tujuan, baik itu jangka pendek maupun jangka panjang. Saat menjalankan tujuan tersebut, pada suatu titik kita bisa merasa jenuh yang berkepanjangan. Seringkali kita merasa telah berusaha keras sehingga merasa pantas untuk mendapatkan “hadiah”. Hadiah tersebut dapat berupa istirahat sejenak, memakan makanan kesukaan, melakukan hobi atau melakukan perawatan tubuh. Walaupun nampaknya baik untuk kesehatan fisik maupun mental, namun ada beberapa “hadiah” bagi diri yang dapat mengganggu tujuan hidup kita. Beberapa “hadiah” yang tidak tepat, dapat membuat rencana yang sedang kita jalankan meleset dari keinginan semula.

Self-Sabotage

Self-sabotage diartikan sebagai upaya subconscious yang dilakukan oleh diri sendiri untuk mengganggu rencana yang tengah dijalankan. Misalnya, memutuskan untuk bermain dengan teman sesaat sebelum ujian, atau makan berlebihan saat cheating day di tengah diet. Self-sabotage bisa juga berupa penundaan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Hal-hal tersebut merupakan beberapa contoh dari self-sabotage yang kerap kita lakukan. Tanpa kita sadari, kegiatan-kegiatan tersebut dapat  menghambat kita dalam mencapai tujuan yang ingin kita capai.

Self-Care Dapat Berubah Menjadi Self-Sabotage

Melakukan sedikit aktivitas menyenangkan di tengah kesibukan yang dapat memicu stres bukanlah hal yang salah. Justru agar tetap produktif serta sehat secara fisik dan mental, kita butuh melakukan self-care.

Self-care  dapat berubah menjadi self-sabotage apabila justru menjadi penghalang dalam mencapai tujuan yang lebih penting. Misalnya saat biaya yang kita habiskan untuk melakukan self-care, misalnya biaya perawatan tubuh, jumlahnya mengganggu pengeluaran bulanan. Akibatnya,  rencana untuk menabung menjadi terhambat. Begitu juga menghadiahi diri dengan makanan enak karena telah berhasil menjalankan diet. Hal tersebut akan berubah menjadi self-sabotage saat hadiah tersebut adalah makanan yang tidak sehat.

Self-Sabotage: Usaha Melindungi Diri dari Kegagalan

Melakukan self-sabotage dapat terjadi karena beberapa hal, salah satunya adalah ketakutan pada kegagalan. Terkadang, kita berpikir bahwa usaha yang dilakukan akan menuai kegagalan. Hal ini mendorong kita untuk melakukan suatu hal secara tidak maksimal, atau bahkan takut sebelum mencoba. Misalnya kita malah merekomendasikan pekerjaan yang kita inginkan pada orang lain, karena takut gagal saat mencoba melamar.  Hal tersebut kita lakukan agar merasa lebih baik saat mengalami kegagalan. Kita tidak berani untuk mencoba dan tidak mau mengakui ketidakmampuan kita saat gagal.

 Ketakutan akan Perubahan

Perubahan merupakan hal yang tidak menyenangkan. Kita harus menghadapi berbagai situasi baru, serta perasaan kita sendiri terhadap situasi tersebut. Berhadapan dengan perubahan berarti harus siap dengan ketidaknyamanan. Namun terkadang kita menghindari perasaan tidak nyaman tersebut. Berbagai upaya akan kita lakukan untuk menghindari perasaan tidak nyaman, termasuk melakukan hal yang akan menyabotase usaha yang tengah kita lakukan. Padahal perubahan tersebut, bisa saja, malah akan membawa kita kepada tujuan yang sebenarnya kita inginkan.

Menghadapi Self-Sabotage

Dalam jangka pendek, self-sabotage memang terasa menyenangkan. Namun, dalam jangka panjang, self-sabotage akan menyebabkan tujuan yang sudah kita tetapkan menjadi terhambat.

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menghadapi self-sabotage

Mengenali Tanda dari Self-Sabotage

Saat kita melakukan suatu distraksi dari hal yang tengah kita kerjakan, saat itu tanpa sadar kita  sedikit demi sedikit menyabotase diri. Mengenali kapan saja kita melakukan sabotase pada diri kita akan membantu kita menemukan kendali terhadap kebiasaan kita dalam menyabotase diri. Kita juga dapat menuliskan perilaku apa saja yang menurut kita telah menghalangi tercapainya tujuan. Serta mencari tahu dan menuliskan hal yang membuat kita melakukan upaya sabotase. Sehingga kita dapat memahami alasan dibalik upaya sabotase tersebut.

Perubahan Memang Menakutkan, Namun Hal Itu Dibutuhkan 

Setiap fase di dalam hidup, kita tentu akan menghadapi perubahan. Perubahan itu lah yang membantu kita mencapai kemampuan maksimal, dan mewujudkan tujuan kita. Berhadapan dengan perubahan memang tidak menyenangkan, terlebih apabila kita telah nyaman dengan kehidupan kita. Namun kita butuh untuk berkembang, yaitu dengan menghadapi perubahan yang terjadi dalam hidup kita.

Semua orang pasti memiliki rasa takut akan kegagalan, namun kegagalan bukanlah hal yang patut dihindari. Terkungkung dalam ketakutan justru akan membuat pribadi kita tidak berkembang.

Terkadang kita tidak menyadari bahwa tantangan terbesar yang harus dihadapi berasal dari diri sendiri

Dalam menjalani kehidupan, akan ada banyak hal yang membuat kita ingin menyerah. Tak jarang kita merasa ingin berhenti menjalani kehidupan yang kurang “nyaman”. Namun hidup terus berputar, perubahan akan terjadi dan kita harus berdamai dengan semua  itu. Menerapkan self-care saat kita penat dengan kehidupan adalah hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan mental dan fisik kita. Namun self-care bukanlah dimaksudkan untuk menghalangi kita mencapai tujuan. Self-care bukanlah sarana lari dari apa yang ingin kita capai, justru self-care seharusnya membantu kita menjadi kembali produktif.

 

Let others know the importance of mental health !
Total
15
Shares