Show Your Work: Sebuah Cara Kerja Baru!

Sembilan puluh sembilan persen dari segala hal sebenarnya tidak sempurna atau jelek,

-Theodore Sturgeon

Dulu, Pablo Picasso, seorang pelukis legendaris, kerap menyembunyikan proses kreatif di balik karyanya. Selain itu, Picasso juga kerap membuat orang yang mencoba berkomunikasi dengannya akan menjadi kehilangan energi dan motivasi berkarya selama masa penggarapan proyeknya. Pun begitu dengan Mozart, ia akan mengurung diri di kamar untuk menghasilkan sebuah karya luar biasa.

Sebaliknya, Austin Kleon, melalui bukunya Show Your Work, menantang kita menjadi semakin produktif dalam berkarya, dengan berbagi proses kreatif di balik layar atas proyek yang sedang kita jalani. Ia menantang kita untuk mengekspos proses kreatif pada khalayak.  “Selamat datang di era keterbukaan! Di saat proses kreatif bukan lagi benda keramat yang harus disimpan di peti mati yang ditimbun di kedalaman tanah, agar baunya tak tercium oleh musuh. Ini eranya kamu! Bukan Mozart atau Picasso. Semua orang bisa jadi hebat”, katanya.

Produktif adalah salah satu indikator kesehatan diri dan mental[1].  WHO menyebutkan, sehat dimaknai sebagai kondisi fisik, sosial dan kesejahteraan mental yang berfungsi secara optimal, tidak semata-mata ketiadaan penyakit dalam tubuh seseorang[2]. Jadi, sehat tidak melulu bebas dari penyakit fisik. Keberfungsian personal dan sosial juga menjadi indikator sehat ala WHO. Selain itu, terdapat empat indikator kesehatan mental seseorang yaitu adanya pemahaman terhadap diri sendiri, mampu melewati tekanan hari, dan mampu menjadi seseorang yang produktif dan kontributif[3].

Kleon dalam buku ini membedah habis-habisan caranya memicu produktivitas berkarya melalui berbagi proses kreatif.

Lho, mengapa? Tidakkah Kleon takut karyanya akan dijiplak oleh orang lain saat ia membeberkan proses kreatifnya? Tidak! Kleon berkata, “Menyimpan sendiri semua yang kamu pelajari, bukan hanya memalukan! Tetapi juga menghancurkan. Apapun yang tidak kamu berikan akan hilang. Saat kamu buka simpanan yang ada hanya abu.” Selain itu, dengan mempublikasikan kemajuan karya-karya kita setiap hari, sejatinya kita sudah mencuri start mencari peminat karya-karya kita bahkan saat karya kita belum jadi!

Kleon juga berpendapat, dengan mempublikasikan karya kita setiap hari, kita sedang mengiklankan karya-karya kita, dan mencari mereka yang tertarik. “Publikasikan diri dan karyamu setiap hari, kamu akan bertemu dengan orang-orang hebat!”.

Eits, tapi tidak semua proses kreatif kita buka blak-blakan tanpa menggunakan filter. Itu hanya akan mengalihkan fokus kita pada penyelesaian proyek kita. Cukup temukan satu kepingan kecil yang bermakna untuk dibagi hari itu. Sekali sehari saja cukup. Jika kita masih di awal proses kreatif, kita dapat berbagi hal-hal apa yang menginspirasi dan apa pengaruhnya bagi proyek kita. Jika berada di tengah penggarapan proyek, bagus juga berbagi bagaimana proses dan pertimbangan pemilihan metode yang kita gunakan saat ini. Jika nanti terdapat perubahan metode, mengapa dan apa yang menginspirasi kita untuk merubahnya. Jika proyek kita sudah selesai, bagilah hal-hal apa saja yang telah kita pelajari dan hal-hal apa saja yang kita hindari.  Tentu jangan mengunggah kemajuan yang tidak kita lakukan, atau berbagi lebih sering daripada yang sebenarnya. Publikasikan kepingan-kepingan kecil yang mempunyai daya jual dalam karyamu saja.

Kleon juga mendorong kita menggunakan situs-situs media sosial sebagai sarana berbagi proses kreatif yang menyenangkan. Berbagi proses kreatif dan menunjukkan perkembangan proyek kita secara tidak langsung akan menjadi portofolio yang dahsyat kelak. Tak usah  mengunggah yang sempurna, percayalah, mayoritas karya adalah jelek, hanya saja laku di pasaran, ungkapnya. Begitu juga dengan karya kita sendiri. Seringkali kita tidak tahu sisi mana dari karya kita yang bagus dan mana yang jelek, bukan? “Kadang kita tidak tahu potensi diri kita, sebelum mencoba menunjukkannya.” Namun, jangan mengekspos seenaknya tanpa melalui proses pertimbangan, Kleon mengutip kalimat Shapiro, “Jangan keliru, media sosial bukan tempat sampah. Pilih kata-katamu.”

Jadi, Show Your Work!

Ya, jangan takut untuk berbagi proses kreatif di balik layarmu!

Mari menjadi semakin sehat dan produktif dengan berbagi.

“Bila suka menimbun, kamu akan terperangkap. Kamu akan jadi orang yang membosankan. Jika memberikan semua yang kamu punya, tak ada apa-apa lagi. Akhirnya kamu terpaksa mencari, waspada, mengisi lagi….semakin banyak kamu memberi, semakin banyak yang kembali padamu,” (Paul Arden).

Identitas Buku

Judul Buku:     Show Your Work

Penulis:             Austin Kleon

ISBN:                   978-602-1306-67-3

Penerbit:           Noura Books (PT Mizan Publika).

Penerjemah:   Rini Nurul Badariah

Desain sampul: Austin Kleon dan Hedotz Kliwon

Terbit:                 Cetakan II-2015, Cetakan I-2014,

Tebal:                   214 halaman


Sumber Data Tulisan

[1] The Definition of Mental Health, 2011, www.who.int/trade/glossary/ 13 Juni 2016

[2] The Consitution of WHO tahun 1946, diakses di www.who.int/trade/glossary/ 13 Juni 2016.

[3] The Definition of Mental Health, 2011, www.who.int/trade/glossary/ 13 Juni 201ta

By: Fakhirah Inayaturrobbani

Featured Image Credit: victoriapherrera.files.wordpress.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*