Q&A Seputar Psikologi (Pt.1)

Pijar Psikologi bekerja sama dengan pihak Encyclopiracy mengadakan sesi Q&A seputar psikologi. Encyclopiracy adalah akun media sosial di LINE yang membahas pertanyaan seputar sejarah, politik, sains, mitologi, konspirasi, filsafat, sastra, psikologi dsb. Q&A ini dilakukan lewat open chat di media LINE pada tanggal 11 Januari 2018. Berikut pertanyaan-pertanyaan seputar psikologi yang telah dirangkum dan dijawab oleh Pijar Psikologi

1.Q: Apa itu psikologi?

Jawaban Pijar Psikologi: Psikologi adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang perilaku dan pikiran manusia, termasuk fenomena sadar dan tidak sadar. Selengkapnya, lihat artikel berikut https://pijarpsikologi.org/ilmu-psikologi-itu-belajar-apa-saja-sih/

2. Q: Apakah psikolog bisa baca pikiran? Apakah psikolog bisa menghipnotis orang dan menanamkan sesuatu ke dalam pikiran seseorang?

Jawaban Pijar Psikologi: Psikolog bukanlah pembaca pikiran. Psikolog juga bukan pembaca wajah. Psikolog baru bisa mengetahui kepribadian seseorang lewat serangkaian tes psikologi. Bukan sekadar menatap wajah atau membaca garis tangan. Untuk fakta mitos seputar psikologi, selengkapnya bisa dilihat di https://pijarpsikologi.org/ini-5-fakta-mitos-seputar-anak-psikologi/

3. Q: Apakah introver itu termasuk ke dalam hal berbeda yang “jelek”?

Jawaban Pijar Psikologi: Memiliki kepribadian introver bukanlah hal yang jelek. Kepribadian introver memang terlihat berbeda jika sedang berbaur di keramaian. Introver yang lebih nyaman sendirian sering kali mendapat respons negatif dari lingkungan sekitar. Dianggap kuper (kurang pergaulan), sombong, atau sebutan lainnya sering diberikan kepada mereka yang berkepribadian introver. Padahal kepribadian ekstrover (lawan dari introver) juga bukan kepribadian yang terbaik. Ragam kepribadian manusia hanya butuh dipahami, bukan untuk dijelekkan satu sama lain. Tidak ada yang berhak menilai bukan pribadi mana yang baik dan mana yang buruk?

Orang dengan kepribadian introver lebih nyaman sendirian karena berada di tengah keramaian (terutama sekumpulan orang asing) membuatnya merasa energi tubuhnya tersedot. Ia akan merasa jenuh dan tidak nyaman. Perasaan seperti ini membuat introver lebih memilih untuk menyendiri. Karena dengan hanya bersama dirinya sendiri, introver merasa seperti ter-charge energinya. Ia akan merasa lebih baik, tidak gugup dan jauh lebih nyaman.

Selanjutnya tentang kepribadian introver dan bagaimana mereka menjalin pertemanan dapat dibaca di sini

https://pijarpsikologi.org/introver-anda-juga-bisa-membangun-pertemanan/

Tentang bagaimana orang-orang introver berteman bisa dibaca di sini.

https://pijarpsikologi.org/kepribadian-introver-mengenal-mereka-yang-senang-berteman-sepi-dan-dirinya-sendiri/

Fakta-mitos kepribadian introver bisa dibaca di sini

https://pijarpsikologi.org/introver-pemalu-yuk-cari-tahu-fakta-dan-mitos-seorang-introver/

4. Q: Apakah melirik kiri, garuk kepala itu adalah tanda-tanda orang yang sedang berbohong? Hoax atau bukan?

Jawaban Pijar Psikologi: Belum ada studi ilmiah di bidang psikologi yang membuktikan hal ini, karena itu kita tidak bisa menyatakan ini adalah hoax atau bukan. Catatan dari kami, sebaiknya jangan mempercayai hal yang belum dibuktikan secara ilmiah 🙂

5. Q: Kalau secara psikologi, bagaimana jika seseorang merasa tertekan dengan perasaan yang campur aduk di dadanya? Apakah itu normal?

Jawaban Pijar Psikologi: Semua perasaan adalah normal. Sama seperti tubuh kita yang bisa merasakan beragam sensasi seperti kesemutan hingga serangan jantung. Jiwa kita juga bisa merasakan berbagai hal. Seringkali perasaan yang campur aduk dimanifestasikan di dalam bentuk fisik seperti jantung berdebar, maag, sakit kepala, nyeri punggung atau kaku di leher.

Untuk memahami hubungan antara fisik dan perasaan bisa membaca artikel berikut ini:

https://pijarpsikologi.org/kenali-keluhan-fisik-anda-penyakit-biasa-atau-psikosomatis/

https://pijarpsikologi.org/psikosomatis-pikiranmu-memengaruhi-tubuhmu/

6. Q: Bagaimana psikologi memandang cinta?


Jawaban Pijar Psikologi: Pertanyaan ini sangat luas, tergantung kamu ingin mendengar jawaban dari sudut pandang mana. Pada level biologis, cinta dapat disederhanakan sebatas reaksi kimia di kepala. Namun cinta juga bisa kamu lihat sebagai energi yang melandasi kehidupan manusia.

Cinta juga memiliki elemen-elemen yang membuatnya semakin utuh dan ‘sempurna’. Elemen cinta itu adalah komitmen, passion, dan intimacy. Kehadiran dan kombinasi ketiga elemen inilah yang menjadi dasar dari tipe-tipe cinta.

Reaksi kimia yang melandasi ‘cinta’ dapat dibaca secara lengkap di sini https://pijarpsikologi.org/apa-yang-membuat-jatuh-cinta-terasa-menyenangkan/

Untuk memahami elemen dan tipe-tipe cinta dapat dibaca di sini.

link: https://pijarpsikologi.org/ini-loh-tipe-tipe-cinta-menurut-sternberg/  

7. Q: Kalau misalnya ada perempuan yang selalu obsesi dengan laki-laki sampai dia mengejar beberapa laki-laki sekaligus buat cadangan, apa itu berarti perempuan itu memiliki masalah kepribadian?

Jawaban Pijar Psikologi: Mungkin tidak perlu disebut sampai masalah kepribadian. Kita perlu berempati dengan apa yang melatarbelakangi perempuan itu mengejar banyak laki-laki.  Bisa jadi perempuan itu pernah ditinggal ayahnya, bisa jadi perempuan itu pernah dikhianati laki-laki yang paling cintainya. Maka tanpa sadar, ia mencari banyak laki-laki sebagai cadangan agar ia tak pernah lagi merasa kesepian dan terluka jika ditinggal. Sebagai manusia, tugas kita bukanlah untuk memberi label Si A bermasalah ini, atau si B bermasalah itu. Tugas kita adalah berusaha memahami latar belakang yang melandasi perilaku manusia di sekitar kita.

Semoga tanya jawab seputar psikologi ini bermanfaat ya! Nantikan sesi tanya jawab seputar psikologi selanjutnya di akun Line Encyclopiracy!

 

Let others know the importance of mental health !