Terapi untuk Anak dengan Autisme

“Autisme bukanlah sebuah puzzle, dan bukan pula penyakit. Namun, ia adalah sebuah tantangan, dan tentunya bukan sesuatu yang menghancurkan.”

– Trisha van Berkel

 

Apakah Anda pernah mendengar kata ”Autisme”? Jika pernah, apakah Anda tahu apa autisme itu? Autisme adalah sebuah gangguan perkembangan pada anak, yaitu ketika anak sulit untuk memulai dan melakukan komunikasi, membangun hubungan, juga memahami perasaan orang lain.

Mungkin Anda memiliki anak, saudara, kerabat, atau teman dengan autisme. Atau mungkin saja Anda merasa bingung bagaimana menangani autisme ini. Berikut adalah beberapa terapi untuk menangani autisme yang bisa Anda pelajari, khususnya pada anak.

Biasakan Anak dengan Autisme Untuk Memulai Komunikasi

Cara ini dapat dikatakan sebagai terapi sosial. Anak dengan autisme dapat diajak untuk memulai pembicaraan kepada orang lain yang sudah, atau bahkan belum dikenalnya. Memang, mungkin ia akan cenderung lambat untuk dapat mengalami peningkatan dalam berkomunikasi. Namun, hal ini sangat penting untuk rutin  dilakukan dalam kesehariannya.

Sebagai contoh, ketika Anda membawa anak dengan autisme ke sebuah minimarket, mintalah ia untuk  membayar belanjaannya sendiri ke kasir. Kemudian, ketika ia sedang bersama anak-anak lain seusianya, ajak ia untuk memulai pembicaraan dengan menanyakan hal-hal ringan, seperti, ”Nama kamu siapa?”, atau ”Kamu bawa bekal apa?”

Namun, tentunya jangan paksa anak jika ia tidak mau melakukannya saat itu. Ajaklah ia untuk melakukan pembiasaan berkomunikasi di lain waktu. Anda juga perlu memperhatikan mood-nya. Ketika mood-nya sedang bagus, maka itulah kesempatan Anda untuk mengajaknya memulai pembicaraan atau komunikasi.

Berikan Permainan Menarik yang Mengasah Kemampuan

Berdasarkan penelitian, cara lain yang dapat dilakukan untuk menangani autisme ialah dengan memberikan mereka beberapa permainan yang menarik dan mampu meningkatkan fungsi-fungsi organ tubuhnya, khususnya otak. Permainan tersebut dapat berupa latihan memanah, bermain kelereng, pasir, tanah liat, menyanyikan lagu-lagu yang ia suka, dan lain-lain.

Perlu diingat, bahwa di sini Anda benar-benar perlu memperhatikan apa yang anak sukai. Jangan berikan permainan-permainan yang tidak membuatnya tertarik. Cari tahu terlebih dahulu apa yang mereka sukai, dan Anda juga bisa mengembangkannya menjadi hal-hal yang lebih menarik lagi, sehingga anak tidak mudah jenuh dengan permainan yang Anda berikan.

Sebisa mungkin, Anda juga harus mampu membawa aura kebahagiaan dan keceriaan pada anak. Anda bisa ikut bermain dengannya, dan menjadi lawan dalam permainan, mungkin? Hal-hal tersebut mampu membuat anak semangat bermain dan membuatnya tidak sadar, bahwa sebenarnya melalui cara ini, ia sedang diterapi.

Berikan Obat-Obatan dan Asupan Pendukung Lainnya

Istilah lain dari pemberian obat-obatan dan asupan pendukung lain seperti vitamin, mineral, dan suplemen makanan adalah ”Terapi Biomedik”. Dalam beberapa kasus, penyebab autisme pada anak disebabkan oleh gangguan zat-zat biokimia pada tubuh. Dengan kata lain, penyebabnya adalah kelainan dari lahir sehingga mempengaruhi cara berpikir, berperilaku, mengendalikan, dan mengekspresikan emosi. Ada beberapa cara dalam melakukan terapi biomedik ini.

Pertama adalah pemberian obat-obatan yang sesuai dengan keadaan anak berdasarkan hasil laboratorium. Tentunya, Anda perlu berkonsultasi dengan psikolog dan psikiater dalam hal ini. Kedua, Anda juga perlu memberikan asupan makanan bergizi untuk anak, seperti makanan yang tidak mengandung pengawet, pewarna buatan, dan zat-zat kimia lainnya. Namun, sebisa mungkin anak diberikan variasi makanan sehingga ia tidak jenuh. Misalnya, masakkan lauk-pauk yang dibentuk menarik, atau variasi makanan di setiap harinya. Ketiga, Anda juga bisa memberikan asupan lain, seperti asam lemak esensial, asam amino, antioksidan, probiotik, dan lain sebagainya. Zat-zat ini biasanya terdapat di dalam buah-buahan, sayuran, yoghurt, daging, keju, salmon, dan lain-lain. Anda juga bisa membeli vitamin khusus yang mengandung zat-zat tersebut di apotek-apotek di sekitar Anda.

Ajak Anak “Bercengkerama” dengan Lumba-Lumba

Lumba-lumba memiliki semacam sistem sonar yang dipancarkan dalam bentuk getaran. Pancaran ultrasonik ini diyakini empat kali lebih kuat dibandingkan alat ultrasonograf yang biasanya digunakan di rumah sakit untuk melihat keadaan janin di dalam perut wanita hamil. Pancaran ultrasonik lumba-lumba dapat membantu dalam meningkatkan fungsi jantung, pernafasan, otot, dan pertahanan tubuh.

Selain itu, terapi lumba-lumba juga mampu membuat anak senang, lebih rileks, dan fokus. Meskipun masih memerlukan tahap yang lebih lanjut, beberapa penelitian membuktikan bahwa terapi ini mampu meningkatkan kepercayaan diri, motivasi, kesadaran, dan kreativitas anak. Setelah beberapa kali menjalani terapi, anak-anak dengan autisme mengalami peningkatan fungsi motorik, kemampuan berpikir, belajar, konsentrasi, dan berkomunikasi.

Mengenai bagaimana proses terapi ini, anak hanya perlu diantar ke sebuah kolam, kemudian di sana mereka diajak untuk menyentuh, berenang,  memberi makan, dan bermain-main dengan lumba-lumba. Selanjutnya, terapis akan membantu anak untuk berbicara, bertingkah, dan melatih kemampuan motoriknya. Tentunya, itu sangat mengasyikkan bukan untuk anak?

Jadi, dari beberapa jenis terapi yang telah dipaparkan di atas, Anda tidak perlu bingung dan khawatir lagi terhadap kondisi anak, saudara, kerabat, atau teman dengan autisme, khususnya anak-anak karena dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi ini, semakin berkembang dan beragam pula terapi dan penanganan untuk anak-anak dengan autisme. Perlu diingat bahwa terapi-terapi di atas tidak dapat menghilangkan autisme seratus persen. Akan tetapi, terapi-terapi tersebut mampu meringankan manifestasi dari gangguan autisme. Perlu diingat pula, yang terpenting bagi mereka adalah penerimaan dari orang-orang di sekitar sehingga mereka dapat bangkit dan semangat dalam menjalani kehidupan.

 

Artikel ini adalah sumbang tulisan dari Indy Hurun Ein, seorang mahasiswi semester 1 di Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia berharap tulisannya dapat membantu dan menginspirasi banyak orang. Untuk mengenal lebih dekat, Indy dapat dihubungi di Instagram @indyhurun12.

 

Let others know the importance of mental health !