The Need to Belong: Kebutuhan Dasar Manusia untuk Memiliki dan Dimiliki

Kesepian sekarang menjadi masalah kesehatan global karena sifatnya yang mewabah. Menurut John Cacioppo, seorang neurologist, kesepian ini bisa didefinisikan sebagai perasaan bahwa lingkungan sosial mengisolasi dirinya. Fenomena ini cukup mengagetkan karena berkebalikan dengan keadaan kita yang hidup di zaman a borderless world, secara literal berarti kita bisa terus terhubung dengan orang-orang di berbagai belahan dunia manapun. Salah satu alasan yang menyebabkan wabah kesepian ini terjadi adalah kegagalan seseorang untuk beradaptasi dengan lingkungan. Tingginya tuntutan dan perkembangan yang kian dinamis, tidak bisa dipungkiri jika sebagian dari kita mungkin merasa kecil atau diremehkan dalam lingkungan sosial. Perasaan ketidakberdayaan atas penolakan sosial ini bisa memengaruhi secara langsung ataupun tidak langsung pada kesehatan fisik dan mental kita. Oleh karena itu, narasi ini cukup menjelaskan bahwa perasaan diterima, dimiliki, dan memiliki, menjadi suatu hal yang penting—tidak hanya untuk menghindari kesepian, tetapi juga untuk kepentingan survival seseorang.

***

The need to belong atau belongingness dapat didefinisikan sebagai dorongan yang dimiliki oleh manusia untuk membentuk dan mempertahankan hubungan interpersonalnya setidaknya dalam waktu yang lama, bersifat positif, dan juga signifikan. Dorongan ini juga dijelaskan dalam Maslow’s Hierarchy of Needs pada tangga ketiganya, yaitu love and belonging needs. Menjalin keterikatan serta koneksi dengan orang lain menjadi kebutuhan dasar setiap individu yang terpenuhi atau tidaknya akan berpengaruh terhadap perasaan atau sense of belongingness. Perasaan dimiliki dan memiliki ini nantinya akan berpengaruh terhadap pikiran dan perilaku seseorang. Sebenarnya, ada 3 alasan yang mendasari pertanyaan mengenai penyebab manusia memiliki kebutuhan untuk memiliki dan dimiliki ini. Ketiga alasan tersebut adalah;

  1. Sense of Identity

Sense of identity ini menjadi penting karena inilah yang memungkinkan kita untuk membedakan diri dengan orang lain. Misalnya ketika seorang artis mempromosikan produk tertentu. Kemudian, produk tersebut memiliki persentase penjualan yang tinggi. Secara tidak langsung, produk ini akan diasosiasikan dengan artis tersebut dan keberhasilan ini akan menjadi sense of identity yang membuatnya menjadi semakin berkembang. Itulah kenapa perasaan mengenai identitas ini penting karena selain untuk identifikasi, juga membuat seseorang terus maju dan bergerak lebih baik.

  1. Sense of Security

Sense of security ini sebenarnya sama dengan penjelasan Maslow pada Hierarcy of Needs nya di tangga yang kedua. Seorang individu memerlukan perasaan aman untuk bisa menjalani hari-harinya dengan baik. Pasti ada hari-hari yang buruk dan melelahkan. Untuk mengembalikan perasaan ketidakberdayaan dan kekhawatiran ini, maka kita perlu ditemani oleh orang lain. Perasaan bahwa kita tetap aman, dimiliki, dan diterima akan menggantikan perasaan-perasaan ketidakberdayaan tersebut. Itulah kenapa rasa aman ini menjadi penting dan membentuk belongingness.

  1. Sense of Orderliness

Sense of Orderliness ini bermakna bahwa manusia tidak menyukai suatu hal yang bersifat kompleks. Dengan sense atau perasaan ini, kita akan cenderung untuk attach atau lekat pada orang lain untuk membantu kita menyederhanakan permasalahan yang dilalui. Ini membuat perasaan ini menjadi penting untuk membantu dan menjalin keterhubungan sosial.

Pentingnya Hubungan Interpersonal yang Sehat

Hubungan interpersonal ini tidak hanya berarti hubungan romantis, tetapi juga bisa hubungan dengan keluarga, sahabat, teman kerja, atau guru. Bagi beberapa orang mungkin sudah berhasil untuk membangun hubungan interpersonal tertentu, tetapi hubungan tersebut tidak berjalan dengan baik. Mungkin permasalahannya terletak pada tahapan awal dalam membangun hubungan yang sehat itu sendiri. Leary menyebut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membangun hubungan yang sehat, yaitu;

  1. Memahami apa yang disukai dan tidak disukai oleh orang lain. Untuk menyeleraskan diri dengan lingkungan sudah barang tentu kita perlu memahami apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Dengan mengetahui apa yang disukai dan tidak disukai orang lain maka kita bisa mencegah diri untuk melakukan hal tersebut agar ia merasa nyaman dan tidak terganggu.
  2. Meningkatkan prestasi dan kompetensi. Prestasi dan kompetensi akan memberikan diri kita nilai lebih di mata orang lain. Dengan keahlian pada bidang tertentu, orang lain akan lebih tertarik untuk membangun hubungan yang sehat dengan kita.
  3. Berbuat baik kepada orang lain. Ini seperti peribahasa, “Siapa yang menanam benih akan menuai buahnya”. Peribahasa ini menggambarkan bahwa berbuat baik kepada orang akan mendatangkan kebaikan juga kepada diri sendiri. Begitupun dalam hal membangun hubungan yang sehat, kebaikan merupakan kunci yang menjadi perantara antara kita dengan orang lain.

 Baca juga: Menolong dan Kebaikan yang Berbalik pada Diri Sendiri di sini.

  1. Memperbaiki penampilan dan mempresentasikan diri. Penampilan dan cara kita bersikap kepada orang lain sangat berpengaruh untuk menentukan apakah seseorang berkeinginan untuk membangun hubungan yang sehat atau tidak.

 ***

Sebagai manusia kita membutuhkan keterhubungan dengan lingkungan sosial kita. Karena sejatinya kita adalah manusia yang diciptakan sebagai makhluk sosial. Perasaan terhubung ini hanya akan didapatkan bila kita mengedepankan kualitas dan juga kuantitas dari komunikasi itu sendiri. Bagi beberapa orang, teknologi sebagai produk kemajuan zaman mungkin memfasilitasi hal ini. Tetapi bagi sebagian orang lainnya, teknologi justru menjauhkan orang-orang terdekatnya. Perlu diingat bahwa dunia yang nyata akan membawa kebahagiaan yang nyata pula. Untuk itu, persiapkan diri kita dengan baik dan mulailah membangun hubungan yang sehat dengan orang-orang di sekitarmu.


Artikel ini adalah Sumbang Tulisan dari Miftahun Najah. Miftahun adalah seorang pelajar yang tidak berhenti belajar, seorang bodoh yang tak berhenti merasa bodoh. Ia dapat dihubungi melalui twitter @miffeyoz.


Sumber gambar: www.unsplash.com

Let others know the importance of mental health !

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*