Pijar Psikologi #UnderstandingHuman

View Original

Bagaimana Menghadapi Hambatan Kepuasan Kerja?

Karyawan atau pekerja adalah roda penggerak berjalannya sebuah perusahaan. Kontribusi mereka adalah kunci dari performa perusahaan tersebut. Perusahaan dengan performa bagus tidak lepas dari kinerja karyawan dan pekerjanya, begitu juga sebaliknya. Maka dari itu, kinerja karyawan dan pekerja menjadi sesuatu yang sangat krusial. Nyatanya, kinerja karyawan tidak lepas dari kepuasan kerja mereka dalam sebuah perusahaan atau instansi. Kepuasan kerja merupakan salah satu variabel yang penting dan signifikan dalam perilaku organisasi. Semakin tinggi kepuasan kerja, karyawan maka mereka lebih cenderung bersikap positif terhadap pekerjaan dan lebih mungkin untuk berkomitmen kepada organisasi. Bukanlah hal yang mudah untuk mendapatkan kepuasan dalam bekerja, perlu kita sadari bersama bahwa ada beberapa faktor yang bisa menghambat kepuasan kerja itu muncul.

Ternyata memang ada faktor yang disebut sebagai faktor higieni. Faktor ini menjadikan seseorang dapat mengalami ketidakpuasan kerja. Setelah sebelumnya ada beberapa tips yang membahas mengenai bagaimana meningkatkan kepuasan kerja, sekarang artikel ini akan membahas tentang bagaimana menghadapi hambatan kepuasan kerja yang sering dialami oleh karyawan.

Lingkungan Kerja Sebagai Salah Satu Hambatan Kepuasan Kerja

Bagaimana bisa lingkungan kerja menghambat kepuasan kerja? Lingkungan kerja yang tidak kondusif dan kurang bersahabat tentunya membuat karyawan merasa tidak nyaman, bahkan dapat memunculkan stres. Rekan-rekan kerja yang toksik, anti kritik, ignorant dan budaya kompetisi yang tidak sehat membuat karyawan cenderung mudah tertekan dan stres. Hal tersebut sekaligus mempengaruhi produktivitas kerja para karyawan. Lingkungan kerja yang toksik juga menjadi pemicu terjadinya kelelahan. Berikut ada beberapa cara yang bisa diakukan di tempat kerja agar pada saat bekerja kita merasa lebih nyaman.

  • Hindari menciptakan suasana lembur dan konstan yang tiada akhir

Sering lembur dengan mengatasnamakan pekerjaan yang menumpuk, deadline dan tanggung jawab yang belum selesai? Lembur dan mengerjakan pekerjaan secara konstan tanpa akhir justru dapat membuat kita, para pekerja merasa tidak puas. Karyawan tidak puas ketika mereka harus bekerja melebihi standar 8 jam sehari secara berulang-ulang dengan sedikit atau tanpa imbalan. Walaupun terkadang lembur memang dibutuhkan pada saat tertentu, akan tetapi hal tersebut sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan bahkan budaya kerja. Bekerja secara terus-menerus akan menimbulkan stres yang berpengaruh besar terhadap ketidakpuasan dalam bekerja.

  • Pastikan area kerja kondusif dan bersih

Tempat kerja yang bersih, nyaman, rapi, pencahayaan yang baik, sirkulasi udara yang sehat secara tidak langsung akan memengaruhi kinerja serta kepuasan karyawan dalam bekerja. Adanya fasilitas umum yang menunjang kinerja karyawan seperti pantry, cafetaria, gym, taman/area hijau, ruang menyusui dan lain sebagainya dapat menjadi faktor pemicu semangat bekerja pada karyawan. Dengan begitu, karyawan merasa puas terhadap pekerjaan dan lingkungan kantornya yang cukup nyaman untuk ditempati. Area kerja yang seperti ini jelas berdampak signifikan pada tingkat stres karyawan yang cenderung rendah. Hal ini dibandingkan dengan tempat kerja yang kotor, berantakan, sinar matahari yang tidak cukup, sirkulasi buruk atau bahkan ruang kerja yang tidak layak cenderung membuat pekerja stres.

  • Letakkan tanaman hijau di meja kerja

Mengintegrasikan tanaman di lingkungan kerja tidak hanya memperindah lingkungan tetapi telah terbukti mengurangi stres, menurunkan tekanan darah, meningkatkan perasaan positif, tingkat kebisingan yang lebih rendah, menurunkan suhu kamar dan kelembaban yang lebih rendah.

Gaji dan Kepuasan dalam Bekerja

Masalah yang satu ini menjadi hal yang sensitif untuk para karyawan. Gaji yang tidak sesuai dengan beban kerja yang diemban menyebabkan pekerja merasakan ketidakpuasan dalam bekerja. Berikut ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi hambatan ini.

  • Sistem penghargaan terhadap karyawan berprestasi

Sistem penghargaan ini bertujuan untuk menunjukkan pada karyawan bahwa kerja keras mereka diakui dan dihargai. Penghargaan tersebut dapat berupa promosi, kenaikan gaji, bonus, cuti, atau sekadar tiket liburan untuk karyawan dan keluarga adalah cara-cara yang dapat dilakukan untuk memberikan penghargaan sekaligus meningkatkan attitude kerja dan hubungan antara pekerja dan manajemen. Penghargaan adalah sebuah investasi yang bisa dilakukan perusahaan untuk sebuah dedikasi dan produktivitas dari para pekerjanya. Sebagai karyawan, hal semacam ini tentu perlu diperhatikan dalam sebuah pekerjaan.

  • Kemampuan diri, kinerja dan gaji yang sesuai

Tidak semua pekerjaan menjanjikan gaji yang tinggi. Ada banyak perusahaan rintisan sekarang ini yang beroperasi dengan karyawan yang digaji tidak banyak, tetapi perusahaan menawarkan peningkatan skill dan kompetensi. Maka dari itu, perlu ditanyakan pada diri sendiri mengenai apa yang kita cari atau inginkan dalam suatu pekerjaan. Hal ini tentu tidak mengesampingkan kebutuhan-kebutuhan kita sehari-hari yang tetap membutuhkan biaya operasional. Apabila kita menginginkan gaji yang tinggi, maka perlu juga ditanyakan pada diri sendiri, apakah gaji yang kita minta sudah sesuai dengan kemampuan dan skill yang kita miliki? Untuk itu, perlu bagi kita para karyawan untuk menetapkan tujuan hidup yang jelas paling tidak untuk jangka pendek dan menengah agar kita juga menyadari dimana posisi kita saat ini, apakah  memang pantas mendapatkan gaji tinggi atau tidak.

Hubungan Interpersonal dalam Lingkungan Kerja

Saat menjadi bagian dari sebuah perusahaan, kita tentu saja akan dihadapkan dengan berbagai jenis orang yang akan bekerja bersama mencapai satu tujuan. Para pekerja akan dituntut untuk bekerja dalam tim, mengenal orang-orang yang bekerja satu departemen dengan kita. Tentunya menjalin hubungan interpersonal pun dapat menjadi hambatan dalam mencapai kepuasan kerja. Rekan kerja yang kerap nyinyir dan gosip, tidak kooperatif, malas, tidak bisa berkomunikasi asertif adalah beberapa hambatan yang biasanya kita temui dalam lingkungan kerja. Apabila menemui hambatan semacam ini, beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

Hal pertama yang tentu sangat penting untuk menjaga hubungan karyawan dengan sesamanya yaitu menjadi diri sendiri dan pribadi yang ramah. Salah satunya bisa dilakukan dengan tersenyum. Menyapa orang-orang di kantor dari satpam, office boy hingga direktur akan menjadikan kita pribadi yang dikenal ramah dan sopan. Tidak lupa selalu menanyakan tentang kabar mereka pada saat bertemu dan berbincang. Tersenyum merupakan cara sederhana untuk memperkuat hubungan interpersonal di tempat kerja. Kedua, rekan kerja adalah orang-orang yang kita temua hampir setiap hari dan hampir setengah hari kita habiskan dengan mereka, maka menghormati rekan kerja sudah menjadi hal wajib. Memperlakukan rekan-rekan kerja sebagai anggota keluarga juga bisa menambah keintiman hubungan antar rekan kerja.

Bertemu banyak orang akan memperluas pandangan kita terhadap sesuatu, maka rekan kerja yang datang dari berbagai latar belakang ini perlu dipahami dan dimengerti sehingga apabila terdapat masalah-masalah kecil maka kita tidak perlu terlalu meributkannya .

Kompetisi yang terbangun antara rekan-rekan kerja seringkali membuat hubungan antar karyawan menjadi canggung. Namun, pastikan bahwa kita mengadopsi cara sehat untuk membuktikan diri kita mampu. Cemburu, fitnah, kritik tidakakan membuat seseorang menjadi lebih dihargai atau dipandang. Selain itu, budaya berpikir sebelum berbicara juga perlu ditegakkan. Komunikasi asertif dan cara-cara mengeksprsikan diri ketika tidak setuju, tidak suka, marah perlu dilatih agar reaksi yang kita berikan di tempat kerja tidak menjatuhkan diri kita atau menyakiti orang lain.

***

Banyak faktor yang bisa menjadi penghambat karyawan atau pekerja dalam mencapai kepuasan kerja. Faktor-faktor tersebut saling memengaruhi satu sama lain. Kebanyakan faktor tersebut datang dari luar diri, tetapi tidak bisa dipungkiri faktor dalam diri pun terkadang bisa menjadi penghambat kepuasan dalam bekerja. Hal yang perlu diperhatikan yaitu faktor-faktor yang datangnya dari luar diri tentu tidak akan berpengaruh banyak apabila kita dari dalam diri telah menentukan tujuan, misi, serta value apa yang kita pegang dan kita jaga. Bekerja tidak selamanya membuat kita stres, sudah saatnya bekerja sekarang ini dilakukan dengan cara yang nyaman dan menyenangkan.

Selamat mencapai kepuasan kerja!


Sumber gambar: www.unsplash.com

 

Let others know the importance of mental health !