Pijar Psikologi #UnderstandingHuman

View Original

CURHAT: Saya Mengalami Skizofrenia dan Selalu Terbayangi oleh Cinta Pertama

Curhat

Saya selalu memikirkan cinta pertama. Sebuah cinta tak terbalas yang terbentuk sejak masih duduk di bangku SD. Saya pernah mengutarakan rasa cinta ini, namun ditolak olehnya. Pernah saya mencoba melupakannya dengan melamar gadis lain, namun tak berapa lama, saya malah mengalami skizofrenia (nenek saya juga mengalami skizofrenia).

Selama masa mengalami skizofrenia, saya sering berhalusinasi bahwa cinta pertama saya lah yang akan menjadi calon istri saya. Saya sering kabur dari rumah untuk menemui cinta pertama saya. Pernah juga saya memesan undangan untuk pernikahan saya dengannya. Saya malah nyaris tak menganggap calon istri yang sebenarnya.

Oleh keluarga, saya dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) kemudian diperbolehkan untuk pulang dengan catatan untuk kontrol secara rutin. Tak berapa lama, setelah saya pulang dari RSJ, pihak keluarga calon istri datang ke rumah guna membatalkan rencana pernikahan yang mestinya akan dilaksanakan sebulan lagi. Saya dan pihak keluarga pun menerimanya. Jujur, nyaris tak ada perasaan sedih atau kecewa dalam diri saya.

Singkat cerita, saya minum obat dan kontrol ke dokter secara rutin. Setelah beberapa bulan, kondisi saya pun berangsur membaik dan bisa bekerja seperti sedia kala. Saya masih berharap dan masih sangat mencintai cinta pertama saya. Namun saya tidak berani untuk memperjuangkannya lagi karena ia selalu menghindar. Apa yang harus saya lakukan? Apakah mungkin skizofrenia saya bisa kambuh lagi?

Gambaran: Laki-laki, 26 tahun, Buruh

Jawaban Pijar Psikologi

Terimakasih atas kepercayaannya untuk bercerita di Pijar Psikologi.

Membaca cerita kamu, saya turut bersimpati dengan kondisi yang pernah kamu alami. Pernah mengalami gangguan skizofrenia tentunya pengalaman yang tidak mudah bagimu dan keluarga. Tapi tampaknya kamu sudah dapat mengelola diri dengan baik sehingga saat ini sudah tidak harus minum obat secara rutin. Ini merupakan usaha yang patut diacungi jempol.

Kamu juga tampaknya saat ini masih sulit untuk melupakan seorang wanita yang disukai sejak kecil. Meski demikian ia tampaknya cenderung menghindar darimu dan enggan diajak berinteraksi. Dalam situasi ini kamu bisa mencoba untuk menjalin hubungan yang lebih baik dengannya. Jika kamu melihat ia selalu menghindar, kamu bisa mencoba untuk menanyakan langsung kepadanya apa yang membuat ia menghindarimu. Jangan langsung berpikir bahwa ia risih apalagi membenci kamu. Daripada bertanya-tanya saja, lebih baik tanyakan langsung kepadanya. Tentunya dengan cara yang baik pula, misalnya datang ke rumahnya untuk bersilaturahmi dan tanyakan baik-baik. Lihat responnya seperti apa. Mulailah hubungan ini dengan perlahan-lahan, setidaknya jadilah seorang teman yang baik baginya.

Kedua, terkait pertanyaan apakah skizofrenia dapat kambuh lagi? Sayangnya jawabannya ya, skizofrenia dapat kambuh lagi. Ada berbagai faktor yang menyebabkan skizofrenia, misalnya seperti yang kamu ketahui, yaitu dari segi genetis. Kedua adalah karakter kepribadian yang tertutup, dan ketiga adalah karena adanya tekanan atau stres dan trauma berat. Jadi, jika kamu mengalami tekanan atau stres berat, maka sangat mungkin untuk kambuh lagi. Oleh karena itu, yang terbaik adalah saat ini kamu perlu meningkatkan keterampilan untuk mengelola stres dan mengurangi pikiran-pikiran negatif. Fokuslah pada pekerjaan dan keluarga. Berpikir positif selalu. Jika ada masalah jangan ragu untuk bercerita pada orang di sekitar. Tidak ada salahnya juga untuk mengunjungi dokter atau psikiater yang pernah menanganimu.

Terimakasih telah berbagi.

Salam,

Pijar Psikologi.