Pijar Psikologi #UnderstandingHuman

View Original

Curhat: Terlambatnya Kemampuan Motorik (Gerak)

Adik saya berumur 3 tahun tetapi masih belum bisa berjalan. Untuk tengkurap, duduk juga sama sekali tidak bisa jadi hanya tiduran terlentang saja, kecuali di dudukan dengan ditunggui di belakangnya dia mau duduk itu pun sebentar setelah itu dia bersender. Untuk memegang pun masih belum terlalu bisa, apa lagi bendanya besar seperti dot susunya. Tetapi untuk memegang benda kecil yang sebesar jari tangan orang dewasa dia sudah bisa. Untuk pemahamannya sendiri dia sudah mengerti jika diberitahu seperti ditanya mana ayah atau ibu dia akan menunjuk biarpun dengan susah payah. Dia juga masih drooling atau ngiler. Berbicara juga belum bisa paling yang masih bisa dimengerti dia menyebut “ayah” atau “yah” kadang juga bisa bilang “gak”. Kira-kira adik saya kenapa ya?

 

Jawab:     

Terimakasih atas kepercayaan Saudara untuk bercerita di Pijar Psikologi. Perkenalkan, saya Oneng. Saya adalah salah satu konselor Pijar.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah perkembangan saat dalam kandungan.

  1. Apakah lahir dengan usia cukup?

  2. Apakah lahir dengan komplikasi lain?

  3. Apakah terdapat gangguan lain selama kehamilan sehingga membutuhkan perawatan khusus?

Beberapa pertanyaan ini sebagai pertimbangan adanya efek terhadap perkembangan Adik Anda saat ini. Namun, bila ternyata tidak terdapat kelainan saat dalam kandungan maka beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah

  1. Apakah ada riwayat perkembangan yang lambat terjadi pada garis keturunannya? Misalnya bapak atau ibunya.

Bila iya, maka yang perlu dilakukan adalah latihan berulang terhadap motorik gerak yang dilakukan secara intensif.

Bila tidak, maka perlu diupayakan pemeriksaan virus yang kemungkinan ada misalnya TORCH (tokso, rubella atau CMV).

Memang akan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Namun demikian bila ternyata terdapat virus, latihan stimulus untuk meningkatkan kemampuan motorik tidak akan optimal.

Terima kasih telah berbagi.

Salam,

Pijar Psikologi.

 

Jawaban ini ditulis oleh: Oneng Nawaningrum, S. Psi. M. Psi., Psikolog

Sumber gambar:

www.kaltimpost.co.id