Pijar Psikologi #UnderstandingHuman

View Original

Mendampingi Mereka yang Terluka

Berbagai masalah hidup memang tidak pernah ragu untuk singgah mewarnai kehidupan manusia. Terkadang apa yang diharapkan harus pupus karena sejatinya hidup manusia berdampingan dengan luka. Luka hadir di antara gemerlap dunia untuk memberi petunjuk bahwa ada hal yang perlu diperbaiki dari diri kita. Sayangnya, proses menerima luka bukanlah hal yang mudah. Selama manusia belum bisa memahami duka dan menerima luka, sayatan itu akan tetap ada.

Kenali Dia yang Sedang Terluka

Kondisi emosi orang yang sedang berduka memang tidak stabil. Amarah, kesedihan mendalam, bahkan sampai penarikan diri dari lingkungan sekitar dapat terjadi. Orang yang berduka menjadi lebih sensitif, merasa tidak berharga dan tidak jarang mengalami penyesalan karena merasa belum melakukan yang terbaik.

Beri Waktu dan Penerimaan untuk Dia

Memberi ruang kesendirian terkadang dibutuhkan untuk dia yang sedang berduka. Membiarkannya melakukan refleksi dan introspeksi atas kejadian yang menimpa. Namun, tidak ada salahnya kita mencoba untuk memberi dukungan emosional dengan hadir untuknya. Percayalah bahwa setiap orang memiliki cara untuk mengekspresikan perasaan. Cobalah untuk mendengarkan dan menerima tangisan, amarah dan emosi negatif yang dicurahkan sehingga dia akan merasa diterima. Yakinkan bersedih bukanlah sebuah larangan, melainkan guru untuk menjadikan diri lebih baik.

Perlihatkan Simpati dan Turut Berduka Cita

Sulit memang menahan tangisan ketika melihat orang yang kita sayangi sedang bersedih hati. Akan tetapi, ingatlah bahwa emosi itu menular. Meneteskan air mata sesekali untuk menunjukkan emosi kita bisa jadi penting. Namun, hindari untuk terlaut dalam kesedihan yang dialami olehnya. Alangkah lebih baik jika kita bisa menjadi sosok kuat sebagai tempat dia bersandar.

Beri Pelukan Hangat

Orang yang sedang berduka tentu merasa lelah dengan apa yang telah terjadi. Kita bisa mengobatinya dengan memberi pelukan sebab pelukan memiliki kekuatan menyembuhkan. Isyarat kedekatan dan dukungan sosial salah satunya berupa pelukan. Dari sentuhan yang kita berikan kepada orang yang sedang berduka, energi positif dapat tersalurkan. Secara alami, kita telah memberikan rasa aman sehingga orang yang berduka akan merasa tenang dan dilindungi.

Ungkapkan Kata-kata Ajaib

Ketika berada di dekat orang yang sedang berduka, terkadang kita bingung dalam bersikap. Mau melakukan ini takut salah, mau mengajak berbicara tentang itu takut kurang tepat. Kata-kata ajaib penyuntik semangat seperti “Tenang, kamu tidak sendiri”, atau “Meskipun aku tidak sepenuhnya paham apa yang kamu alami, tetapi aku mungkin pernah berada di titik yang sama denganmu” bisa menjadi obat penenang hati.

Sejatinya, orang yang sedang berduka hanya membutuhkan penerimaan tanpa syarat. Penerimaan yang tulus seluas hati.

Duka dan luka tentu saja akan menghampiri manusia satu persatu, namun dengan persiapan yang matang untuk menghadapi hal tersebut maka rasa sedih tidak akan menetap lama.

Kesedihan sesungguhnya juga mengajarkan setiap insan untuk mengambil makna pada setiap kejadian. Makna tersebutlah yang tanpa kita sadari telah menjadi lentera untuk mengenali diri seberapa jauh mampu bertahan dari berbagai ujian hidup. Maka dari itu, percayalah bahwa setiap manusia memiliki speedometer hidupnya masing-masing. Tugas Anda sebagai support system ialah menerima. Sesederhana menerima emosi yang diluapkan oleh orang yang sedang berduka.