Fans Korea: Memaknai Hidup lewat Perbandingan Diri dengan Idola

Bagi seorang fans berat Korea, mengikuti perjalanan hidup idola adalah sebuah pelajaran hidup bermakna. Mengikuti perjalanan hidup idola yang menjadikannya sebagai sosok pembanding bagi diri fans Korea. Bagi yang tidak tahu, kesannya hanya membuang waktu saja. Ditambah lagi, ada pandangan bahwa membandingkan diri dengan orang lain bukanlah hal yang baik. Akan tetapi, bagi seorang fans Korea, membandingkan diri yang dilakukan adalah sebuah refleksi tentang kerja keras idolanya.

Mereka saja Telah Berjuang Keras, Mengapa Aku Tidak Bisa?

Menjadi seorang idola Korea bukan hal yang mudah. Sebagian dari mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah dan memilih menjadi seorang trainee yang belum tahu waktu debutnya. Ada juga yang memilih dengan mengikuti kontes musik atau casting yang diadakan di Korea tapi berkali-kali gagal. Mereka yang memilih menghabiskan waktunya untuk latihan dan mengorbankan waktu tidurnya. Mereka juga mengonsumsi makanan seadanya, yang penting tetap bisa makan, lalu melanjutkan latihan.

Bahkan, sekalipun waktu debut tiba, belum tentu mereka akan diterima dengan hangat dan dikenal oleh banyak orang. Mereka tetap membutuhkan waktu hingga akhirnya berhasil, seolah bom waktu yang meledak dan langsung dikenal banyak orang. Sekalipun nanti mereka telah berhasil terkenal, mereka juga tetap harus berjuang untuk bertahan dan tidak mudah dilupakan oleh orang.

Melihat perjalanan idola seperti itu, seorang fans pun merenungi perjalanan hidupnya. Merenungi dengan membandingkan sudah seberapa keras ia berjuang untuk hidupnya atau sekadar merenungi apakah ia telah menemukan apa yang diinginkan seperti idola yang mengejar apa yang diinginkannya.

Perenungan ini dapat muncul ketika melihat senyum sumringah seorang idola saat tampil di depan publik. Timbul perasaan senang sekaligus iri karena merasa idola tersebut sangat beruntung telah menemukan impiannya dan sangat menikmati jalan hidupnya sekarang. Sementara, bagaimana dengan diri sendiri?

Fans juga mempelajari bagaimana sikap idolanya ketika berinteraksi dengan orang lain. Orang lain yang berarti antara sesama artis, keluarga, serta fans-nya sendiri. Ada saja nilai-nilai yang bisa diambil oleh seorang fans, yang membuat dirinya melihat idola sebagai sosok yang memiliki manner yang baik, hangat dan disayangi oleh semua orang. Melihat idola tidak hanya sebagai seorang idola yang tampil di depan publik, tetapi juga menjadi seorang pribadi yang sebenarnya saat di balik layar.

Lebih Baik Membandingkan dengan Idola

Fans lebih memilih idola Korea sebagai objek perbandingan karena merasa mereka sangat dekat dan lekat. Mereka juga tidak hanya menarik di luar, tetapi juga memiliki inner beauty yang kuat. Idola Korea juga dianggap memiliki kepribadian yang unik dan elok, seolah tidak ada kelemahan yang mengecewakan dalam dirinya.

Status sebagai seorang pesohor yang melekat pada idola Korea membuat setiap gerak-geriknya mudah diperhatikan oleh banyak orang. Apalagi ketika idola tersebut memiliki media sosial dan sering muncul di berbagai macam acara di Korea ataupun luar Korea, maka semakin mudah bagi orang lain, terutama fans untuk mengamati dan mengikuti perkembangan idola.

Dunia hiburan Korea memang kental dengan kedekatan emosional antara idola dengan fans-nya. Sebuah kedekatan emosional secara virtual yang sulit dipahami oleh bukan fans, tetapi terasa sangat nyata dan berarti bagi seorang fans. Kedekatan inilah yang membuat fans yakin bahwa ia mengetahui segala proses kehidupan yang dialami oleh idolanya. Proses dari awal sebelum idola tersebut debut, melakukan debut, berkarya, hingga akhirnya menjadi terkenal.

Hal ini pula yang membuat fans mampu menampik omongan seperti, “Tidak adil rasanya jika kamu membandingkan dirimu dengan orang lain. Karena kamu hanya bisa melihat apa yang terlihat di luar, tanpa mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi di baliknya. Kamu hanya tahu ketika orang lain itu sudah berhasil, tapi tidak mengetahui jatuh bangun perjuangannya hingga akhirnya sukses seperti saat ini.”

Pernyataan itu tidak berlaku bagi seorang fans yang mengikuti perjalanan hidup idolanya. Dengan mengetahui secara detail apa yang ada dalam diri idolanya, fans dapat dengan mudah melakukan perbandingan dengan apa yang ada dalam dirinya. Fans juga merasa tidak sendirian karena ada idola yang selalu menemani dan mendukungnya.

Melalui perbandingan ini, fans dapat menemukan kesamaan ataupun perbedaan antara dirinya dengan idola. Ketika menemukan kesamaan, maka akan menimbulkan rasa senang, semakin percaya diri dan kedekatan yang hangat. Namun, saat menemukan perbedaan, perbedaan tersebut dapat menjadi motivasi untuk melakukan perubahan diri (selama hal itu dianggap baik) atau diabaikan saja.

____

Fans Korea sudah tidak lagi sekadar menyukai untuk kesenangan sesaat, namun juga memaknai lebih dalam arti sebagai fans itu sendiri. Seorang fans Korea yang memilih seorang idola sebagai panutan hidupnya, lalu dijadikan sebagai objek pembanding, demi menjadikan hidupnya lebih baik lagi. Manusia sendiri sebenarnya akan selalu melakukan perbandingan dengan orang lain untuk mengevaluasi dirinya secara luas, baik dalam hal keadaan maupun kualitas dirinya. Oleh karena itu, perbandingan yang dilakukan tidak selamanya buruk selama manusia mengetahui tujuan serta batasan untuk melakukan hal tersebut.

Zahrah Nabila

a psychology student who is still learning and should treat herself first, before treat others

Previous
Previous

Hidup Tanpa Figur Ayah

Next
Next

Merangkul Emosi Negatif yang Hadir