Menyaksikan Perjuangan Seorang Agorafobia di Dunia Luar

Never let a stumble in the road be the end of your journey.

– Anonymous

Pernah mendengar tentang seseorang yang sangat ketakutan ketika berada di ruangan terbuka? Istilah untuk ketakutan macam itu disebut dengan agoraphobia. Meskipun begitu, sebenarnya agoraphobia lebih kompleks dari itu. Agoraphobia adalah jenis fobia dengan ketakutan dasar yang berasal dari perasaan terjebak di tempat umum, merasa akan sulit untuk melarikan diri, dan rasa takut tidak akan tersedianya pertolongan apabila seseorang mengalami kondisi darurat[1]. Karena itu, pada dasarnya itu merupakan perkembangan dari komplikasi serangan panik, sehingga menyebabkan si penderita membatasi geraknya pada ruang yang dirasa aman, misalnya di dalam rumah.

Film Big Sky ini mengisahkan tentang seorang remaja berusia 18 tahun penderita agoraphobia, Hazel (Bella Thorne). Agar ia bisa terus mendapatkan dana tunjangan anak dari mantan suami ibunya, ia didesak untuk segera menyembuhkan fobia. Untuk itu, akhirnya ibu Hazel, Dee (Kyra Sedgwick), memutuskan dan mengajak Hazel untuk pergi ke sebuah pusat rehabilitasi dengan menggunakan van. Agar Hazel tetap merasa aman, dia dibiarkan untuk berada di dalam sebuah kotak sepanjang perjalanan.

Untuk mencapai pusat rehabilitasi, van yang mereka tumpangi harus melewati sebuah gurun. Di tengah-tengah perjalanan, van tersebut diserang oleh dua bersaudara, Jesse (Frank Grillo) dan Pru (Aaron Tveit), untuk menculik seorang gadis dari keluarga kaya yang juga berada di van tersebut. Otomatis penumpang lain yang berada di van menjadi panik, salah satunya Dee. Secara tidak sengaja, Pru pun menembak Dee yang memberontak. Itu menimbulkan kekacauan yang makin menjadi. Mengatasi hal tersebut, Jesse ‘membuat diam’ penumpang lainnya dengan menembaknya satu per satu hingga tewas, kecuali gadis yang mereka culik dan Hazel yang berada di dalam kotak.

Setelah kedua bersaudara itu pergi dan suasana menjadi lebih tenang, Hazel keluar dari kotak. Terkejut dengan pemandangan di hadapannya, Hazel segera mengecek kondisi ibunya yang duduk di kursi paling depan kemudian menemukannya dalam kondisi terluka parah, tetapi masih hidup. Ia ingin segera menghubungi bala bantuan, namun tidak bisa karena seluruh alat komunikasi sudah disita oleh Jesse dan Pru. Demi menyelamatkan ibunya, Hazel memutuskan untuk pergi keluar van, memanggil bala bantuan yang berjarak 5-6 mil dari lokasi kejadian dengan bermodalkan sebuah peta.

Dengan agorafobianya, sangat sulit bagi Hazel untuk pergi ke dunia di luar zona amannya. Akan tetapi, kondisi ibunya yang kritis memaksanya. Setelah memantapkan hati, ia pun keluar dari van, berjalan perlahan menyusuri padang pasir dengan kepanikan tinggi dan langkah minim. Di tengah jalan, berkali-kali Hazel terjatuh, hingga tanpa sadar memberikan luka di tangannya. Luka tersebut meningkatkan kepanikan pada dirinya, sampai-sampai halusinasi kakaknya yang sudah meninggal muncul, semakin menganggu pemikiran Hazel. Di kondisinya yang seperti itu, beruntung, ia menemukan sebuah van bekas yang sudah ditinggalkan. Gadis agorafobia itu pun masuk ke dalamnya untuk sedikit menenangkan diri.

Di tempat lain, Jesse dan Pru akhirnya menyadari bahwa ada seorang penumpang lagi setelah melihat isi dari ponsel Dee yang mereka rampas. Penumpang itu tak lain adalah Hazel, seorang pasien agorafobia. Khawatir dapat menjadi saksi atas perbuatan mereka, kedua bersaudara itu segera kembali menuju van tersebut. Sialnya, mereka tidak menemukan Hazel di sana. Berdasarkan jejak yang ditinggalkan Hazel di atas pasir, Jesse dan Pru mengejar dan mencari Hazel.

Banyak tantangan yang ditemukan Hazel di perjalanan selama mencari pertolongan pertama untuk ibunya, dari luar dan terutama dari dalam dirinya (ketakutan dan kepanikannya ketika berada di ruang terbuka). Akan tetapi, dengan tekad dan keinginan yang kuat, tanpa keinginan untuk menyerah, ia berani dan menghadapi tantangan tersebut. Itulah yang dibutuhkan seseorang untuk berubah. Selalu ada harapan untuk sembuh, asalkan kita sendiri memiliki tekad yang kuat dan tidak menyerah.

 

Informasi Film

Judul                 : Big Sky

Genre                : Drama, Thriller

Sutradara        : Jorge Michel Grau

Penulis              : Evan M. Wiener

Aktor                 : Bella Thorne, Kyra Sedgwick, Frank Grillo

Rilis                   : 14 Agustus 2015

Durasi              : 95 menit

Produksi         : The Archieve and Papagjika Salloway Productions


Sumber Data Tulisan

[1] Wade & Travis. 2007. Psikologi Jilid 2. Jakarta: Erlangga. Hal 334.

Sumber lainnya:

http://www.imdb.com/title/tt2689958/?ref_=nv_sr_1

https://en.wikipedia.org/wiki/Big_Sky_(film)

http://www.infosehatkeluarga.com/agoraphobia-definisi-penyebab-ciri-ciri-dan-pengobatannya/

By: Dyah Iffah Novitasari

Featured Image Credit: wikipedia

Let others know the importance of mental health !

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*