Cari tahu tentang kesehatan mental

Cerita Kami: Memaafkan Diri untuk Menjadi Pribadi yang Lebih Baik
Cerita Kami Inka Amaliyah Cerita Kami Inka Amaliyah

Cerita Kami: Memaafkan Diri untuk Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

Akhir-akhir ini kegagalan tengah akrab dengan saya. Mulai dari tak bisa menepati target yang saya tetapkan, tak bisa mengungkapkan emosi yang saya miliki kepada orang lain hingga kegagalan saya dalam mendapatkan pekerjaan seperti yang diharapkan oleh orang di sekitar saya. Saat seperti ini, saya akan mengutuk diri saya sendiri, menganggap bahwa saya adalah orang yang paling tidak berguna.

Read More
Aku Mau Menikah di Waktuku Sendiri, Bukan dengan Perjodohan
Cerita Kami Zahrah Nabila Cerita Kami Zahrah Nabila

Aku Mau Menikah di Waktuku Sendiri, Bukan dengan Perjodohan

Tahun ini saya memasuki usia 23 tahun. Usia di mana dianggap telah layak untuk menikah dan membangun keluarga. Namun, apa yang ada di pikiran saya malah sebaliknya. Saya belum ingin menikah, calon pasangan pun tidak punya. Akan tetapi, tekanan dari orangtua bahkan lingkungan pertemanan orangtua semakin mendorong saya untuk segera menikah.

Read More
Cerita Kami: Menyembuhkan ‘Depresi’ tanpa Diagnosa Psikiater, Bisakah?
Cerita Kami Pijar Psikologi Cerita Kami Pijar Psikologi

Cerita Kami: Menyembuhkan ‘Depresi’ tanpa Diagnosa Psikiater, Bisakah?

Saya sudah merasakan stres yang berkepanjangan dan low mood hampir selama 7 tahun sejak saya duduk di bangku kuliah. Meskipun saya masih terlihat berprestasi, sebetulnya saya terjebak dalam pikiran bahwa saya lebih memilih untuk tidak dilahirkan saja ke dunia ini dan setiap akan tidur senantiasa berdoa agar esok hari saya tidak usah bangun lagi.

Read More

 

#UnderstandingHumanSeries

Yang Belum Usai

Selama ini, ada konsepsi bahwa luka batin akan sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Bahwa pada akhirnya kita akan mampu memaafkan orang-orang yang telah menyakiti hati kita. Bahwa trauma kita akan hilang. Bahwa kita akan baik-baik saja. Tapi, itu semua keliru. Menyembuhkan luka batin bukanlah pekerjaan pasif.

Temukan buku “Yang Belum Usai” di Gramedia atau toko buku kesayanganmu.