CURHAT: Saya Merasa Minder Karena Usia 25 Tahun Belum Menemukan Versi Terbaik dari Diri Sendiri

Curhat

Halo Pijar Psikologi!

Saya berusia 25 tahun dan sedang menempuh pendidikan S2. Akhir-akhir ini saya merasa sering minder, saya merasa tidak percaya diri dan merasa rendah diri dengan orang-orang di sekitar saya. Saya sering merasa belum memiliki hal-hal positif dalam diri saya yang bisa saya berikan kepada orang lain. Hal ini bermula ketika saya bertemu dengan anak-anak muda dari berbagai daerah di Indonesia dalam sebuah program pengabdian masyarakat. Saya merasa tidak percaya diri dengan kemampuan saya, baik kemampuan berbicara dan menyampaikan pendapat di depan umum. Saya kemudian teringat ada yang pernah mengatakan pada saya bahwa seseorang memiliki versi terbaik dari diri mereka masing-masing. Namun, saya belum menemukan versi terbaik dari diri saya. Saya bingung karena di usia 25 tahun ini saya tidak tahu bagaimana dan apa versi terbaik dari diri saya sendiri. Saya mohon bantuannya!

Gambaran: Perempuan, 25 Tahun, Mahasiswa.


 Jawaban Pijar Psikologi

Terimakasih atas kepercayaanmu untuk bercerita di Pijar Psikologi. Kami senang sekali dapat mendengar cerita darimu. Seorang mahasiswa yang sedang berusaha menemukan sisi terbaik dari dirinya. Kamu bertemu banyak orang dengan berbagai latar belakang yang berbeda kadangkala akan membuat diri kita merasa kurang percaya diri.

Ketika kamu melihat teman-teman yang lain memiliki hal positif yang dapat diberikan kepada orang lain, dirimu kemudian menilai diri sendiri tidak memiliki kemampuan jika dibandingkan dengan mereka. Seringkali seseorang mengalami kesulitan untuk menemukan sisi positif dari dirinya dan membutuhkan bantuan dari orang lain untuk menemukannya. Beberapa hal positif yang kami lihat dari dirimu pertama adalah kamu memiliki keinginan untuk mengembangkan diri dan yang kedua kamu pribadi yang berjiwa sosial terlihat dari kegiatan pengabdian masyarakat yang kamu ikuti.

Benar sekali apa yang kamu sampaikan bahwa setiap orang memiliki versi terbaik dari dirinya, termasuk juga dirimu. Perjalanan untuk menemukan versi terbaik dari diri kita bukanlah hal yang mudah dan juga bukan hal yang instan. Beberapa hal yang dapat kamu lakukan antara lain:

  1. Tentukan versi terbaik yang ingin kamu capai dalam hal apa. Apakah hal akademik, hal sosial, pendidikan, agama, kepribadian atau hal yang lainnya. Nantinya dengan menentukan pencapaian terbaik yang ingin kamu capai maka di setiap bidang akan membantumu membuat rencana untuk mencapainya.

  2. Lihat kembali hal-hal yang pernah kamu lakukan atau hal yang kamu sukai. Buatlah daftar dan lihatlah dari hal-hal tersebut kira-kira yang mana yang dapat kamu kembangkan yang juga dapat menjadi kontribusi bagi orang lain sesuai dengan keinginanmu.

  3. Mintalah masukan dari orang lain. Tanyakan kepada orang terdekat seperti keluarga atau teman-teman dekat hal positif apa yang ada pada dirimu yang dapat dikembangkan dan hal mana yang kiranya masih perlu diperbaiki dan hal mana yang perlu pelan-pelan dihilangkan.

  4. Jika kamu berkenan, kamu juga bisa mengikuti tes kepribadian yang diikuti dengan konsultasi dengan psikolog sehingga apa yang menjadi bakat dan keinginanmu bisa berjalan beriringan.

  5. Buatlah prioritas dan target untuk setiap tujuan yang ingin kamu capai. Sesuaikan dengan waktu dan kemampuan yang kamu miliki, jangan sampai karena terlalu banyak tujuan yang ingin kamu capai akhirnya membebani dirimu dan malah tidak ada yang tercapai.

  6. Lakukan evaluasi dalam jangka waktu tertentu sehingga kamu dapat melihat kemajuan yang sudah kamu capai dan langkah-langkah yang perlu kamu lakukan di masa mendatang.

Baca juga: Menemukan (Kembali) Diri Sendiri

Kira-kira hal-hal tersebut bisa membantumu untuk untuk menemukan versi terbaik dari dirimu.

Kemampuan berbicara dan berpendapat di depan umum juga bukan sesuatu yang tidak dapat diasah. Apakah kamu menilai kemampuan ini adalah kemampuan yang penting kamu pelajari? Jika kamu bekerja di bidang sosial dan ingin menjadi influencer misalnya tentu kemampuan ini termasuk dalam kemampuan yang sangat diperlukan. Namun jika kamu adalah ahli di bidang keilmuan yang tidak membutuhkan kemampuan bicara di depan umum mungkin kamu bisa menjadikannya prioritas setelah kemampuan lain yang ingin kamu kembangkan.

Berikut ini ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengembangkan kemampuan komunikasimu di depan umum.

  1. Pertama tentukan tujuan akhir atau tujuan besarnya, misalnya kamu mampu berbicara di hadapan 1000 orang tentang bidang keahlianmu, artinya ada 2 hal yang perlu kamu lakukan yaitu meningkatkan kemampuan berbicara dan meningkatkan pengetahuanmu sesuai bidang keahlian.

  2. Kemudian buatlah langkah-langkah kecil untuk mencapainya, misalnya dalam kemampuan bicara buat target minggu pertama mampu bicara di depan cermin dengan lancar, minggu kedua mampu bicara di hadapan keluarga, minggu ketiga mampu bicara di depan teman dekat, minggu keempat mampu bicara di depan 10 teman, selanjutnya mampu bicara di depan 10 orang yang baru dikenal, dan seterusnya hingga target akhir yang kamu inginkan tercapai. Dalam meningkatkan pengetahuan kamu bisa membuat target misalnya bulan pertama membaca 1 buku selama 6 bulan, di bulan berikutnya mampu membuat artikel kemudian mampu mempublikasikan artikel di surat kabar atau jurnal. Lakukan langkah-langkah kecil itu dalam target waktu yang rasional dan dapat terukur.

  3. Lakukan evaluasi atas setiap target yang kamu buat. Mintalah masukan dari orang lain yang menjadi pendengarmu sebagai bahan perbaikan. Jadikan kritik dari orang lain sebagai hal yang positif untuk mendukung pencapaian target.

  4. Berikan penghargaan kepada dirimu sendiri atas setiap usaha dan pencapaian kecil yang telah kamu buat dan lakukan. Tidak perlu mahal dan sulit, bisa saja dengan window shopping atau membeli sesuatu yang kamu inginkan. Sesuaikan penghargaan dengan apa yang sudah kamu capai. Namun, jangan juga menjadi pribadi yang cepat puas. Selalu berikan ruang kepada diri untuk terus berkembang.

Demikian, selamat mencoba dan menemukan versi terbaik dari dirimu ya! There is no elevator to success, you have to take the stairs. Bersabarlah dalam setiap anak tangga tersebut dan jangan pernah menyerah.

Terima kasih telah berbagi

Salam,

Pijar Psikologi.


Catatan: Curhat adalah sesi konsultasi yang disetujui oleh klien untuk dibagikan kepada pembaca agar siapapun yang mengalami masalah serupa dapat belajar dari kisahnya. 

Pijar Psikologi

Pijar Psikologi adalah media non-profit yang menyediakan informasi kesehatan mental di Indonesia.

Previous
Previous

Membingkai Patah Hati dengan Realita yang Positif

Next
Next

Apa yang Bisa Kita Lakukan Ketika Muncul Pemikiran Bunuh Diri?