Perilaku Menunda Pekerjaan Memengaruhi Performa?

“Prokrastinasi adalah kebiasaan buruk menempatkan dari sampai lusa apa yang seharusnya dilakukan sehari sebelumnya”

- Napoleon Hill

Apakah Anda termasuk orang yang suka menunda pekerjaan dan menyelesaikannya saat hampir mendekati tenggat waktu? Istilah menunda tugas atau pekerjaan biasa disebut sebagai prokrastinasi. Banyak faktor yang membuat Anda sering menunda pekerjaan seperti manajemen waktu, motivasi, hingga keinginan untuk menyelesaikan tugas dengan sempurna menjadikan Anda sering menunda dalam pengumpulan tugas.

Pada artikel kali ini membahas mengenai review jurnal mengenai prokrastinasi, deadline, dan performa dimana peneliti jurnal tersebut ingin melihat komitmen pengendalian diri terhadap prokrastinasi dalam penyelesaian tugas. Kedua, peneliti ingin melihat kefektifan sistem tenggat waktu dalam penyelesaian tugas dan ketiga peneliti ingin melihat apakah penyelesaian tugas menjelang tenggat waktu dapat menghasilkan pekerjaan yang optimal.

Sebuah penelitian dilakukan pada mahasiswa yang mengambil semester panjang (14 minggu) di Massachusetts Institute of Technology. Terdapat dua kelompok mahasiswa yang masing-masing diberikan tugas untuk membuat tiga makalah secara singkat, pada kelompok pertama adalah kelompok yang tidak dapat menentukan pilihan dengan tenggat waktu dan pengaturan tulisan yang telah ditentukan oleh pemberi tugas. Mahasiswa kelompok kedua diberi kebebasan untuk memilih dalam pemilihan tenggat waktu yang mereka tentukan. Jika terlambat dalam pengumpulan maka akan dikenakan penalti (pengurangan poin). Hasilnya sebagian besar dari mahasiswa mengumpulkan ketiga makalah pada hari terakhir tenggat waktu. Hasil ini menunjukkan bahwa mahasiswa akan bersedia untuk memaksakan diri untuk mengerjakan tugas menjelang hari akhir pengumpulan bahkan ada sebagian yang melewati tenggat waktu dan menerima kekurangan poin.

Pada percobaan kedua dilakukan pengujian eksperimen yang mana mahasiswa diminta untuk membantu dalam mengoreksi makalah. Mahasiswa akan dibayar 10 dolar ketika berhasil mengidentifikasi kesalahan dalam penulisan per-kata dan akan dikurangi 1 dolar jika terlambat dalam pengerjaannya. Peserta harus menyerahkan satu dari tiga tulisan setiap tujuh hari. Tiga tulisan setiap akhir 3 minggu, dan memilih sendiri batas waktu pengumpulannya. Dari percobaan tersebut dilakukan evaluasi dan didapatkan bahwa ketika kendala batas waktu meningkat, kinerja meningkat, waktu yang dihabiskan untuk mengerjakan tugas meningkat, namun kenikmatan dalam pengerjaan tugas menurun.

Berdasarkan dari dua percobaan diatas menunjukkan bahwa kadang-kadang orang akan memaksakan untuk mengerjakan tugas menjelang tenggat waktu bahkan jika lewatnya tenggat waktu akan menyebabkan hukuman. Untuk orang yang sering membuat keputusan rasional dan mengerjakan tugas secara konsisten dengan waktu yang ditentukan tidak memiliki kendala pada tenggat waktu. Namun, untuk orang impulsif yang sering menunda pekerjaan, mereka sebenarnya sadar mengenai kesalahannya namun mereka cenderung terbiasa untuk menunda pekerjaan. Menurut mereka saat tenggat waktu merupakan keputusan yang tepat untuk meningkatkan kinerja.

Dari kesimpulan diatas maka munculah ketiga pertanyaan berikut:

  • Apakah orang dapat memaksakan tenggat waktu untuk mengatasi penundaan?

  • Apakah penetapan tenggat waktu dapat efektif dalam peningkatan kinerja tugas?

  • Apakah orang yang menetapkan tenggat waktu sendiri dapat mengerjakan tugas secara optimal?

Dua pada pertanyaan pertama jawabannya adalah “ya” dan pertanyaan terakhir jawabannya “tidak”. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian orang mengikat dirinya dengan mengatasi penundaan dalam pengerjaan tugas dan menetapkan batas waktu yang mereka tentukan. Hal ini mereka rasa optimal dalam pengerjaan tugas. Namun banyak juga orang yang menunda pekerjaan dan tidak menetapkan tenggat waktu mereka.

—-
Referensi:

Ariely, D & Wertenbroch, K. (2002). Procrastination, deadlines, and performance: self-control by precommitment. Psychological Science, Vol. 13, No. 3, May 2002. 219-224.

Sumber Foto: http://i.huffpost.com/gen/1911519/thumbs/o-PROCRASTINATION-570.jpg?3"

Previous
Previous

Perempuan dan Menikah: Sekarang atau Nanti?

Next
Next

Orang Terpenting dalam Hubungan Romantismu