Curhat: Saya Ingin Berdamai dengan Ayah Saya

Curhat:

Sejak dulu saya selalu bermasalah dengan orangtua, khususnya ayah saya. Dibandingkan kedua saudara saya yang lain, saya memang paling beda. Tapi lucunya secara watak, saya paling mirip dengan ayah saya. Saya tidak tahu cara berkomunikasi dengan ayah saya. Menurut saya, orangtua saya adalah tipe orang tertutup. Selama ini banyak sekali yang saya tidak ketahui soal orangtua saya, pada akhirnya saya tahu dari orang lain. Sebenarnya saya pun bingung apa yang saya inginkan dari hubungan saya dengan orangtua saya.

Bagaimana caranya berdamai dengan orangtua? Apa itu arti lebih pengertian dan dewasa?

Gambaran identitas: Wanita, 29 tahun, Arsitek, Tinggal di Yogyakarta

Jawaban Pijar Psikologi:

Terima kasih sudah mempercayakan cerita Anda kepada kami.

Terdengar klise, namun memang hal yang paling krusial dalam menjalin dan hidup bersama orang lain adalah menjaga komunikasi. Nah, terkadang kita memaksakan ingin berkomunikasi secara verbal dan berharap hubungan membaik dan permasalahan selesai. Kita lupa bahwa orang lain, bahkan orangtua sendiri, memiliki pribadi yang berbeda dengan kita.

Bahasa non-verbal hampir 70% efektif dalam menyumbang keberhasilan komunikasi. Kita perlu peka terhadap pribadi dan bahasa non-verbal yang ditunjukkan Ayah kita. Apakah situasi tepat berkomunikasi secara verbal atau memang sebaiknya memberikan waktu untuk saling memahami dalam diam. Saya rasa bukan hal yang tabu jika ternyata Ayah lebih terbuka kepada orang lain (saya yakin orang tersebut terpercaya) dan Anda baru mengetahuinya dari orang tersebut. Kadang, bagaimanapun Ayah tetap menganggap anak sebagai anak. Dia takut salah bicara atau tidak sesuai dengan hati anaknya sehingga Ia lebih nyaman berbicara dengan orang lain, berharap orang tersebut lebih sesuai untuk menyampaikan maksudnya kepada Anda.

Perlu kita pahami juga bahwa sosok ayah sebagai laki-laki bukanlah sosok yang mudah untuk berekspresi. Laki-laki pada umumnya, baik sedang bahagia, stress atau depresi lebih sulit mengekspresikan emosinya. Mungkin Anda bisa membaca artikel kami untuk memahami laki-laki lebih dalam: https://pijarpsikologi.org/apakah-menangis-memang-hanya-untuk-perempuan/

Jika kita berharap Ayah yang mengubah keadaan saya rasa akan sulit. Ada baiknya Anda yang berusaha untuk menunjukkan bahwa Anda terbuka untuk berbincang dan terbuka. Tidak mudah untuk langsung menunjukkan bahwa Anda juga ingin berbincang secara langsung dengan Ayah. Awalilah dengan membawakan sesuatu yang disukai beliau atau membicarakan sesuatu yang menarik bagi beliau. Saya yakin Ayah Anda menangkap bahasa non-verbal tersebut. Tidak lupa bawalah nama beliau dalam do’a semoga Tuhan ikut membantu membuka hati Ayahanda.

Selamat mencoba, semoga niat baik Anda untuk memperbaiki hubungan dengan Ayah segera terwujud.

Karena Tinggal di Yogyakarta, mungkin Anda juga bisa berkonsultasi ke psikolog langsung di puskesmas di kota Sleman. Semoga jawaban kami membantu.

Terimakasih telah berbagi.

Salam,

Pijar Psikologi.

 

Curhat adalah sesi konsultasi yang disetujui oleh klien untuk dibagikan kepada pembaca agar siapapun yang mengalami masalah serupa dapat belajar dari kisahnya. Nama klien dan nama konselor kami anonimkan

 

Let others know the importance of mental health !
Total
7
Shares