CURHAT: Saya Selalu Ingin Menyakiti Diri Sendiri

Peringatan, konten memuat cerita tentang menyakiti diri sendiri. Jika Anda memiliki kecenderungan pikiran bunuh diri, silahkan mengunjungi tautan berikut ini atau kunjungi psikolog / psikiater terdekat di kota Anda. 

Curhat

Akhir akhir ini saya sering mengalami ketakutan yang berujung pemikiran untuk bunuh diri sehingga terkadang di kelas saya mengambil cutter lalu menyayatkan pada daerah nadi ditangan sehingga sekarang banyak luka didaerah sana, saya tidak tau kenapa tapi saat setelah saya melakukannya saya merasa lega meskipun belum terlalu dalam saat menyayayatnya dan terkadang saya memikirkan cara bunuh diri yang lain meski belum saya lakukan, lalu saya juga terkadang menangis sendiri tanpa sebab sehingga berujung untuk melukai diri sendiri lagi. saya ingin agar saya berhenti berpikir bunuh diri dengan menekuni hobi serta banyak bersyukur tapi sampai sekarang belum ada perubahan, jadi saya harus bagaimana? saya benci melihat banyak luka di tangan saya tapi saya tetap ingin melukainya setiap ada rasa sakit di dada atau di pikiran. Terima kasih

Gambaran: Mahasiswa, 17 tahun, Perempuan

Jawaban Pijar Psikologi

Terima kasih atas kepercayaannya untuk bercerita di Pijar Psikologi.

Membaca cerita kamu, pastinya berat berada pada situasi seperti sekarang ini. Kamu pasti merasakan kesedihan yang amat dalam dan beban emosional yang sangat berat. Mungkin ada rasa lelah yang begitu besar yang sedang kamu rasakan hingga rasanya menyakiti dirimu menjadi pilihan yang terasa melegakan. Namun, langkah kamu untuk terbuka dan berbagi permasalahan dengan kami merupakan langkah yang perlu diapresiasi karena dengan berbagi cerita  dengan orang lain, saya harap dapat mengurangi beban emosional yang selama ini kamu pikul sendirian.

Saya mungkin tidak pernah berada di posisimu. Namun, membaca ceritamu, saya merasakan ada beban yang begitu berat hingga menjadikan kamu memutuskan untuk menyayat lengan sendiri. Beban emosional yang sangat berat sampai tidak bisa diungkapkan oleh kata-kata bisa saja membuat individu melepaskannya dengan melakukan hal-hal yang dapat menyakiti diri sendiri seperti menyayat atau memukul diri sendiri. Hal tersebut dilakukan karena dapat membuat seseorang menjadi merasakan sesuatu yang selama ini kosong, meluapkan emosi yang tidak dapat tersalurkan dan mendistraksi dari pikiran-pikiran yang memenuhi kepala.

Namun, apabila kita lihat lagi cara-cara tersebut dapat merusak kesehatan meskipun kita tidak bermaksud demikian dan membuat kita menjadi kecanduan akan rasa sakit. Selain itu, menyakiti diri sendiri memang dapat melepaskan beban emosional kita dengan cepat namun efeknya hanya sementara. Kita menjadi kehilangan kesempatan untuk belajar strategi-strategi yang efektif untuk membuat diri kita menjadi lebih baik.

Cara-cara yang mungkin dapat kamu coba dalam menghadapi situasi seperti ini adalah dengan terbuka dan mencoba berani membagi permasalahan ini kepada seseorang yang ada di lingkungan kamu. Membuka diri kita kepada orang lain memang akan terasa sangat sulit pada awalnya, namun hal tersebut sangat worth untuk dilakukan karena dengan itu kita menjadi memiliki kesempatan untuk mendapatkan dukungan dan penerimaan. Kemudian, kamu dapat mencoba untuk memahami hal-hal apa yang dapat memicu kamu melakukan self-harm, seperti dengan memahami emosi-emosi yang ada di dalam diri kamu marah, kecewa dan sedih, dengan mengetahui hal-hal tersebut kita dapat lebih memahami dan mengembangkan alternatif-alternatif lain untuk menghadapinya.

Selain itu, kamu perlu mencoba mengembangkan beberapa alternatif teknik-teknik dalam menghadapi beban emosional dan situasi sulit, seperti dengan mengambar, menulis, mendengarkan musik dan berolah raga. Pengembangan teknik-teknik tersebut dapat memberikan kita berbagai macam pilihan yang dapat kita lakukan ketika menghadapi suatu permasalahan.

Pada dasarnya, kamu tidak harus melewati situasi-situasi ini sendirian. Ada baiknya, kamu bertemu dengan psikolog di fasilitas kesehatan yang ada di wilayah kamu berada. Dengan bertemu psikolog akan membantu kamu dalam membangun teknik-teknik dalam menghadapi permasalahan, beban emosional dan akar permasalahan yang ada.

Saya mendoakan yang terbaik untuk kamu. Semoga jawaban ini dapat memberikan sudut pandang lain dari permasalahan kamu. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan.

Terima kasih telah berbagi.

Salam,

Pijar Psikologi.

Pijar Psikologi

Pijar Psikologi adalah media non-profit yang menyediakan informasi kesehatan mental di Indonesia.

Previous
Previous

11 Manfaat Menari untuk Kesehatan Mental

Next
Next

Kenyamanan Kerja Tidak Hanya untuk Fisik, Tetapi Juga Mental