Mengapa Kita Butuh Sebuah Pelukan?

unsplash-image-9vHPCKymSh0.jpg

Kapan terakhir kali kita memeluk atau dipeluk oleh orang lain? Tentunya oleh orang yang kita sayangi dan keberadaannya berarti bagi kita. Misalnya saat akan pergi ke suatu tempat untuk waktu yang lama, kemudian orangtua dan saudara memberikan pelukan yang begitu lama. Atau, ketika kita merasa sedih dan tiba-tiba menginginkan sebuah pelukan hangat untuk melepaskan rasa tidak nyaman yang sedang dirasakan.

Beberapa dari kita mungkin sudah sangat terbiasa untuk memeluk dan dipeluk. Namun, ada juga yang belum terbiasa dan merasa aneh dengan sentuhan fisik berupa pelukan. Tapi tahukah Anda, bahwa pelukan sederhana memberikan manfaat yang besar untuk kesehatan kita?

Memberikan Rasa Aman

Pelukan dapat memberikan rasa aman dan mengurangi stressIndividu yang kerap dipeluk secara rutin saat masa kecil memiliki simptom stress yang lebih rendah dibandingkan individu yang jarang dipeluk di masa kecilnya. Pelukan dari ibu akan memberikan ketenangan pada bayi sehingga membantu membentuk sifat-sifat positif dalam masa tumbuh kembangnya. Sayangnya, beranjak dewasa, pelukan menjadi hal yang jarang kita lakukan atau kita dapatkan. Pelukan singkat dan sentuhan yang lembut dapat mengurangi kecemasan yang kita rasakan.

Meningkatkan Bonding dengan Orang Lain

Saat berpelukan, tubuh kita mengeluarkan hormon oksitosin dalam kuantitas yang banyak. Hormon ini adalah salah satu hormon yang meningkatkan perasaan dekat, kepercayaan dan koneksi dengan orang lain. Saat hormone oksitosin ini diproduksi dan menyebar dalam otak, neuron-neuron bekerja dengan maksimal yang kemudian memberikan sinyal untuk mempercayai orang lain. Inilah yang menyebabkan perasaan kesepian atau loneliness berkurang saat kita menerima pelukan dari orang yang kita sayangi.

Hal ini dibuktikan oleh sebuah penelitian yang menyertakan 59 wanita dan pasangannya yang telah menjalin hubungan romantik dalam waktu lama. Saat tiba di laboratorium penelitian, masing-masing pasangan dipisah dan diminta untuk menunggu di ruang yang berbeda selama 30 menit. Setelah itu, mereka akan dipertemukan kembali dengan pasangan masing-masing dan diminta untuk bergandengan tangan dan berpelukan selama 20 detik. Setelah itu peneliti mengukur tekanan darah dan jumlah hormon oksitosin yang mereka hasilkan sebelum dan sesudah penelitian. Hasilnya menunjukkan bahwa saat bertemu dan berpelukan dengan pasangannya, partisipan menghasilkan hormon oksitosin yang lebih banyak dibandingkan sebelum berpelukan. Saat berpelukan dan berpegangan tangan, partisipan juga mengalami penurunan tekanan darah.

Membantu Mengatasi Depresi

Saat kita berpelukan, tubuh tak hanya mengeluarkan hormon oksitosin, namun juga hormon dopamin. Hormon dopamin dikenal sebagai hormon yang berhubungan dengan rasa bahagia saat mendapatkan reward atau penghargaan. Dopamin juga berperan dalam mengontrol respon emosi kita. Hal ini membuat kita merasakan kebahagiaan dan lebih terpacu untuk mencapai reward. Kekurangan hormon dopamin ini akan meningkatkan kerentanan kita untuk mengalami depresi yang ditandai dengan kekurangan motivasi dalam mencapai tujuan dan kebahagiaan hidup. Tak hanya itu, minimnya hormon dopamine juga berasosiasi dengan penyakit Parkinson dan kerentanan terhadap adiksi atau kecanduan. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang

Kesehatan Fisik yang Lebih Baik

Saat kita merasakan stress, tubuh kita bereaksi dengan mengeluarkan hormon kortisol. Hormon ini mereduksi kemampuan alamiah tubuh untuk “menyembuhkan diri”.  Efek dari hormon kortisol juga memunculkan memori-memori yang kurang menyenangkan. Misalnya memori tentang kesedihan, penolakan dari orang lain dan kesepian.

Sebaliknya, hormon oksitosin yang dikeluarkan saat kita melakukan kontak fisik atau pelukan tak hanya meningkatkan reaksi tubuh dalam proses penyembuhan tapi juga men-shutdown memori-memori tidak menyenangkan yang pernah kita alami. Dengan hal tersebut, tekanan darah kita akan menurun yang tentunya berdampak positif dalam kesehatan fisik kita secara umum.

Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Self Love

Pelukan hangat mengajari kita bagaimana memberi dan menerima orang lain. Pelukan membuat kita merasa disayangi dan tahu bagaimana cara menyayangi orang lain. Tak hanya itu, pelukan juga dapat meningkatkan rasa cinta terhadap diri sendiri (self-love). Hal ini membantu kita untuk lebih percaya dengan orang lain, dan tentunya percaya terhadap diri sendiri.

“Jadi, sudahkah hari ini kita memberikan pelukan yang hangat bagi pasangan, anak, teman atau keluarga yang kita sayangi?”

Isnaini Rahmawati

Perempuan yang sedang belajar. Belajar tentang hidup, belajar untuk hidup, dan belajar untuk menghidupkan.


Previous
Previous

Ibu, Aku Ingin Lebih Mengenalmu

Next
Next

CURHAT: Sampai Usia Berapa Anak Saya Masih Bisa Dibentuk Karakternya?