Curhat: Saya Dahulu Ceria Namun Bullying Mengubah Segalanya

Curhat

Saat saya kecil saya merupakan anak yang ceria, suka bermain, bercanda dan sangat percaya diri. Bisa dibilang tingkat kepercayaan diri saya lebih dibandingkan anak-anak seumuran saya. Seiring bertambahnya usia, ketika naik kelas 4 SD, personality saya berubah 90 derajat. Saya jadi anak yang menyendiri, tidak suka bergabung dan berbaur dengan anak-anak yang lainnya. Saya terbiasa menjadi anak yang tidak dianggap oleh teman-teman sebaya saya dan saya beradaptasi dengan itu.

Ketika SD sering bertanya-tanya mengapa saya memiliki kehidupan yang berbeda dengan anak-anak yang lainnya, dan saya tidak mempunyai orang yang bisa dipercaya untuk berbagi cerita dan keluh kesah. Anak-anak di keluarga saya dibesarkan menjadi anak yang mandiri karena orang tua saya sangat keras kepada anak-anaknya dulu. Itu mengapa saya mencoba untuk meng-handle semua kesulitan saya sendiri, menjadi anak yang tidak ketergantungan dengan siapapun dan membentuk sifat yang individualis. Saya mengalami yang namanya di bully ketika SD, teman mem-bully saya dengan membicarakan saya dari belakang dan menjelek-jelekkan saya.

Hal yang serupa juga terjadi ketika saya SMP. Ketika naik kelas 3 SMP orang tua saya memutuskan untuk meng-homeschooling-kan saya. Disini asal mula semuanya terasa kelam. Saya memang tidak suka bersosialisasi, bukan karena saya benci semua orang tetapi saya hanya lelah being misunderstood by everyone. Apa yang terjadi ketika saya kecil sudah membentuk mindset negatif saya kepada orang-orang, saya sulit untuk percaya kepada orang-orang baru. Dari kelas 3 SMP sampai lulus SMA saya tidak punya teman sama sekali, tidak ada tempat untuk berbagi keluh kesah.

Selama depresi yang tidak berkesudahan itu berlangsung saya mulai melakukan self harm, merokok, minum. Dan kadang saya berpikir kalo dunia ini bukan tempat saya. Saya mencoba bertahan, percaya bahwa nanti semua akan berubah eventually tapi saya gak merasa adanya perubahan karena setiap saya coba cerita ke orang terdekat saya tidak ada yang mengerti. Mereka mencoba memperbaiki ibadah saya, tapi tetap saya tidak merasa dimengerti dan lama kelamaan seolah-olah mereka menyalahkan saya kalau apa yang terjadi terhadap hidup saya ini karena saya tidak dekat kepada tuhan. Jujur itu sama sekali tidak membantu.

Tidak ada yang bisa mengerti saya sepenuhnya karena mereka semua tidak pernah ada di posisi saya.

Saya hanya lelah dengan semua penderitaan yang tidak berkesudahan ini. Perasaan sedih dan putus asa mendominasi diri saya akhir-akhir ini, tetapi kadang-kadang sesuatu yang sepele dapat membuat saya bersemangat dan bahagia, orang2 berpendapat apa yang saya lakukan itu berlebihan. Hal ini membuat saya tidak memahami personality asli saya. Saya sering membuat diri saya down dengan pikiran-pikiran negatif yang susah payah saya singkirkan, dan memikirkannya berulang-ulang. Pemicunya lebih sering dari dalam diri saya.

I want to live a life and be comfortable in my own skin, believe that the life I am living rightnow is worth living as the others

Gambaran Identitas: Wanita, Sekitar 20 tahun, Mahasiswi

Jawaban Pijar Psikologi

Terima kasih atas kepercayaan Anda untuk bercerita di Pijar Psikologi. Membaca cerita Mbak, sepertinya rasanya berat sekali ya menjalani kehidupan Mbak. Betapa sepi dan menyakitkan tidak memiliki teman dan merasa tidak pernah dimengerti oleh orang lain. Pengalaman pernah di-bully oleh teman-teman saat SD sampai SMP pasti masih sangat membekas pada diri Mbak ya, bahkan membuat Mbak menjadi sulit percaya pada orang lain. Pengalaman ini memang sangat buruk dan tidak mengherankan jika menjadi suatu trauma tersendiri dalam berhubungan dengan orang lain.

Manusia adalah makhluk sosial, kita sudah sering mendengar istilah ini bukan? Tapi apa artinya sebenarnya? Artinya manusia tidak bisa hidup jika tidak berhubungan sosial atau tidak memiliki hubungan sosial yang baik. Banyak penelitian psikologi yang membuktikan semakin banyak hubungan sosial yang dimiliki, semakin bahagia orang tersebut.

Pengalaman di-bully memang sangat menyakitkan. Bahkan Mbak menjadi sudah terbiasa tidak dipedulikan oleh teman-teman Mbak. Terkadang kesendirian memang menyenangkan. Tapi, pada akhirnya kesendirian itu akan terasa mencekik dan kita akan selalu merasa ada saja yang kurang karena secara alami, manusia selalu membutuhkan hubungan sosial dengan manusia lain. Jadi, meskipun mengalami banyak pengalaman buruk terkait dengan hubungan pertemanan, sebaiknya Anda tidak pernah menyerah untuk mencoba.

Jika merasa tidak pernah dimengerti, maka cobalah untuk membuat orang lain mengerti. Coba katakan pada orang-orang di sekitar Mbak bagian mana dari Mbak yang ingin dimengerti oleh orang lain. If you feel misunderstood then make them understand. Kondisi tidak akan menjadi baik begitu saja, harus kita yang mengusahakannya untuk lebih baik. Jika orang yang Mbak ceritai tentang keadaan Mbak jadi salah paham, katakan padanya bagian mana dari diri Mbak yang ingin untuk dipahami. Jika merasa tidak ada yang salah dengan ibadah/hubungan dengan Tuhan, maka katakan pada mereka. Katakan apa yang Mbak inginkan. Tidak semua orang bisa melakukan sesuatu sesuai keinginan kita jika kita tidak mengatakannya.

Tidak ada kehidupan yang tidak berharga. Tidak ada kejadian apapun yang tidak ada hikmah di baliknya. Semua pasti ada maknanya. Jadi, mari lah cari makna itu. Cobalah untuk memiliki hubungan yang hangat dengan orang lain. Tidak bisa selalu menuntut untuk dipahami, tetapi dalam hubungan sosial kita seringkali justru harus memahami orang lain. Cobalah untuk kembali berteman. Membuka diri, mengungkapkan apa yang ada di pikiran/perasaan, dan pada akhirnya belajar juga untuk menerima/memahami orang lain. If you want a life that worth living, then make it happen. Struggle for it. Perubahan tidak akan terjadi jika kita hanya diam dan menunggu.

Saya yakin Mbak adalah orang yang kuat. Kehidupan menyiapkan Anda untuk menjadi orang yang kuat agar kelak Anda bisa membantu banyak orang. Selain itu, orang-orang yang pernah menjadi korban bully terkadang dapat bertumbuh menjadi orang yang penuh cinta kasih. Saya yakin, jika Mbak bisa memaafkan semua yang telah terjadi, Mbak akan menjadi seseorang yang amat kuat namun penuh kasih sayang. Sehingga kedepannya Mbak bisa memahami dan membantu banyak orang yang terluka.

Demikian Mbak yang saya dapat saya sampaikan. Jika bersedia dan dirasa masih dibutuhkan, Mbak dapat membalas email ini. Semoga bermanfaat.

 

Catatan: Curhat, adalah sesi konsultasi yang disetujui oleh klien untuk dibagikan kepada pembaca agar siapapun yang mengalami masalah serupa dapat belajar dari kisahnya. Nama klien dan nama konselor kami anonimkan

Pijar Psikologi

Pijar Psikologi adalah media non-profit yang menyediakan informasi kesehatan mental di Indonesia.

Previous
Previous

Curhat: Suami Saya Kasar dan Saya Membenci Anak Saya

Next
Next

Curhat: Saya Selingkuh dan Ingin Menebus Rasa Bersalah