CURHAT: Saya Takut Akan Kematian Hingga Merasa Cemas Berkepanjangan

Curhat

Saya sering mengalami ketakutan yang tidak jelas apa penyebabnya. Hal ini muncul karena dulu saya takut terkena kanker otak. Banyak saudara saya yang meninggal akibat penyakit itu. Inilah yang menyebabkan saya mengalami gangguan kecemasan sejak dua tahun yang lalu. Suatu ketika saya sering mengalami sakit kepala. Karena ketakutan akan kematian, saya sampai melakukan CT Scan yang mana hasilnya negatif. Tetapi ketakutan itu masih tetap ada. Selain itu, saya juga merasa daya tangkap saya semakin berkurang dari hari ke hari. Yang saya tanyakan apa yang harus saya lakukan ?

Gambaran: Laki-laki, 19 tahun, Pelajar

Jawaban Pijar Psikologi

Terimakasih atas kepercayaan kamu untuk bercerita di Pijar Psikologi.

Memiliki latar belakang keluarga yang mengalami permasalahan kesehatan seperti yang kamu ceritakan pasti rasanya tidak mudah ya. Kondisi tersebut pasti juga telah menguras banyak energi dan perhatianmu karena rasa was-was dan cemas. Dari ceritamu, saya melihat banyak sekali ketakutan-ketakutan yang menghantui hidupmu. Oleh karena itu, pilihanmu untuk mau terbuka dan menceritakan permasalahanmu dengan mengunjungi psikolog dan mau melakukan konsultasi online ini adalah hal yang patut diapresiasi, meskipun awalnya pasti sulit untuk mulai menceritakannya.

Pertama saya mau menyampaikan bahwa apa yang sudah kamu lakukan untuk mengkonfirmasi rasa cemasmu, yang salah satunya adalah melakukan CT Scan adalah benar. Karena hal itu setidaknya memberikan gambaran nyata mengenai kondisi kesehatanmu yang sebenarnya, bahwa tidak terjadi suatu hal yang membahayakan dalam otakmu. Oleh karena itu, saat ini kamu berada dalam kondisi yang aman dan dilingkupi kesehatan.

Kemudian, mungkin kamu pernah mendengar bahwa banyak sekali orang (kebanyakan di usia paruh baya) mengalami penyakit fisik karena pikiran. Beberapa dokter juga sering mengucapkan kata-kata “Jangan banyak pikiran” kepada nenek saya yang sedang sakit. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya hampir separuh penyebab penyakit fisik tersebut adalah pikiran negatif tentang kondisi fisik kita sendiri. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi seseorang untuk membuat dirinya aman dan menjaga api kebahagiaan di dalam dirinya. Sehingga tidak heran banyak sekali kampanye untuk menumbuhkan kebahagiaan agar terhindar dari berbagai permasalahan fisik. Menjadi sosok yang selalu dilingkupi kebahagiaan tentu bukanlah hal yang mudah untuk dapat dicapai. Setidaknya kamu perlu memberikan kesempatan tubuhmu untuk rileks dan menikmati hidupmu. Kamu bisa mencoba relaksasi nafas, untuk memberikan ruang untuk dirimu menyamankan diri, berikut langkah-langkah dari relaksasi yang dapat kamu lakukan:

  1. Letakkan satu tangan di perut dan satu tangan di dada
  2. Tutup mata dan tariklah napas dari hidung dan keluarkan melalui perut secara perlahan
  3. Rasakan pergerakan tangan yang berada di perut sama cepatnya dengan pergerakan tangan yang berada di dada saat menghirup nafas
  4. Lakukan satu hingga dua menit, bayangkan nafas tersebut menyegarkan kamu dan abaikan pikiran lain. Biarkan tubuh merasakan dampak dari pernafasan tersebut.
  5. Relaksasi ini dapat kamu lakukan di saat pikiran mengenai penyakit tersebut muncul. Pada awalnya mungkin kamu tidak terlalu merasakan perubahannya, tetapi ketika hal ini dapat dilakukan secara rutin, perlahan kamu akan dapat merasakan efeknya.

Seperti yang saya jelaskan sebelumnya bahwa sebenarnya cemas seringkali muncul ketika seseorang men-setting dirinya dalam kondisi siaga, merasa terancam dan tidak aman. Perasaan cemas juga akan memberikan reaksi pada aktivitas fisik lainnya, jantung berdegup kencang, tidak selera makan, hingga hilangnya konsentrasi saat melakukan suatu aktivitas.

Jika dikaitkan dengan apa yang kamu alami, penurunan daya tangkap yang kamu rasakan sebenarnya dapat disebabkan oleh hilangnya konsentrasi saat menerima informasi baru. Sehingga banyak informasi yang sulit kamu sulit kamu pertahankan atau bahkan kamu cerna. Oleh karena itu selain melakukan relaksasi, kamu juga dapat memulainya dengan menyampaikan kata-kata positif seperti “Aku aman”, “Aku sehat”, “Aku menyayangi diriku maka aku pantas mendapatkan hal yang terbaik” pada diri untuk semakin meyakinkan dirimu. Dalam prosesnya kamu perlu mengucapkannya sambil benar-benar menyelami kalimat tersebut dalam hati dan pikiran. Kamu adalah sosok yang menyayangi dirimu, maka jangan habiskan waktu untuk sesuatu yang akan menghambat kebahagiaan dirimu ya. Semoga selalu dilingkupi kebahagiaan dan keberkahan hidup.

Terima kasih telah berbagi.

Salam,

Pijar Psikologi.

 

Let others know the importance of mental health !