Hidup Adalah Tentang Berdamai dengan Rasa Tidak Nyaman

Menemukan sebuah zona nyaman dalam kehidupan merupakan impian setiap orang. Zona yang demikian ini banyak dicari dan diperebutkan setiap orang karena jaminan kenyamanan yang ditawarkan. Kita merasa aman, nyaman dan hampir tidak tersentuh stres. Namun, apakah hal tersebut merupakan sesuatu yang benar-benar kita butuhkan?

***

Di era dimana semakin banyak tuntutan untuk menjadi pribadi yang sempurna ini banyak orang justru semakin sulit berada dalam zona nyaman. Hidup yang diisi hampir setengah hari berada dalam tekanan pekerjaan dan pemenuhan ekspektasi orang lain seringkali membawa kita pada situasi yang jauh dari kata nyaman. Hal itu karena kita terlalu banyak dituntut untuk sebuah ekspektasi yang sempurna, hasil kerja yang masif dan cepat. Misalnya, pekerjaan yang tidak sesuai dengan passion, rekan kerja serta lingkungan yang tidak mendukung, tekanan dan job desk kerja yang tidak merata, keadaan keluarga yang membuat tertekan atau hubungan percintaan yang berjalan tidak lancar. Hal-hal tersebut adalah beberapa contoh kehidupan yang kita jalani setiap harinya serta membuat kita menjadi tidak nyaman. Lantas, apakah kita harus bertahan?

Sebagai manusia, kita mewarisi kemampuan bertahan hidup dalam segala situasi yang tidak nyaman, yaitu dengan cara beradaptasi dengan situasi. Adaptasi tersebut tidak jarang membutuhkan sederet perjuangan yang tak mudah.

1.Kehidupan Memang Tidak Berjalan Sempurna

Kita hidup dalam situasi dimana kehidupan bukanlah sesuatu yang bisa kita kendalikan seutuhnya. Kita tentu boleh mempunyai banyak angan-angan dan rencana, akan tetapi tidak semua angan-angan sesuai dengan apa yang terjadi (realita). Kehidupan memang berjalan tidak sempurna dan begitulah hidup semestinya. Tidak ada yang sempurna dan sesuai rencana. Namun, meski hidup tidak bisa kita kendalikan masih banyak hal yang bisa kita kontrol. Hal yang bisa kita kontrol adalah bagaimana kita menyikapi setiap hal yang terjadi, bagaimana respon perasaan, attitude serta moral kita terhadap hal-hal yang tidak nyaman terjadi dalam hidup.

2. Memperoleh Ketenangan Batin Melalui Penyerahan Diri Kepada Tuhan

Pada suatu titik, kita akan menyadari bahwa ada kuasa lain diluar kehendak kita sebagai manusia. Segala hal yang terjadi bukanlah tanpa alasan. Rasa tidak nyaman, kegagalan, himpitan dan tekanan hidup bisa menjadi jalan kita berserah diri pada Tuhan yang Maha Kuasa. Penyerahan diri seutuhnya adalah kunci ketenangan batin karena penerimaan terhadap apapun yang terjadi pada kita adalah bibit kedamaian diri dan kehidupan.

Ketenangan batin memang hal yang penting dalam hidup. Hal itu memang hanya bisa kita dapatkan dengan berdamai dan menerima apapun yang terjadi. Ketidaknyamanan dalam hidup akhirnya akan menjadi sebuah kenyamanan apabila kita mengubah pola pikir bahwa ketidaknyamanan itu adalah sesuatu yang membuat kita terus berkembang. Layaknya tubuh, rambut hingga kuku yang terus tumbuh, rasa tidak nyaman yang kita alami juga akan membuat kita bertumbuh dan mendewasa. Kita akan belajar untuk melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang lebih luas, meliputi, bagaimana kita harus menyikapi sebuah permasalahan, bagaimana kita harus belajar bahwa perubahan dan aksi dibutuhkan untuk bisa keluar dari rasa tidak nyaman tersebut.

3. Rasa Tidak Nyaman Adalah Sumber Kekuatan Baru

Rasa tidak nyaman atau kegagalan bisa menjadi faktor pemacu kita lebih kuat atau menjadikan kita lebih baik. Terlepas dari segala hal-hal negatif yang menjadi faktor ketidakbahagiaan kita, salah satu hal yang mungkin tidak kita sadari adalah  kita mampu merubah ketidaknyamanan tersebut menjadi sebuah pemacu untuk terus berkembang dan menemukan kebahagiaan.

Kelemahan adalah sumber kekuatan. Hal ini sesuai dengan teori victim menjadi victor. Namun, untuk menjadi pemenang akibat korban kehidupan tentu membutuhkan kemauan dan usaha dari dalam diri. Misalnya, kontrol emosi yang dapat membantu untuk menyikapi kondisi yang sedang terjadi dan membantu berpikir positif. Hal tersebut selanjutnya bisa membantu kita untuk meningkatkan kesehatan serta kualitas hidup.

Baca juga: Kita Adalah Korban Kehidupan, tapi Mau Sampai Kapan? di sini. 

4. Kita Selalu Mempunyai Pilihan Hidup

Hidup selalu menawarkan banyak pilihan pada kita. Kita selalu memiliki pilihan pada peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidup. Meski, terkadang sulit bagi kita untuk menemukan pilihan yang tepat pada saat pikiran tengah kacau. Namun, perlu kita ingat bahwa pilihan itu akan selalu ada. Pilihan untuk bangkit, pilihan untuk menjadi lebih baik, pilihan untuk berdamai dengan rasa tidak nyaman, serta pilihan untuk menjadi nyaman dengan diri sendiri dan pilihan untuk terus menjalani hidup dengan damai. Hal itulah yang dimaksud dengan pilihan. Hidup selalu menawarkan kita tentang pilihan untuk tidak menyerah.

***

Bagi siapapun yang sedang dalam ketidaknyamanan, ingatlah bahwa keadaanmu saat ini adalah sebuah bentuk pembelajaran tentang penerimaan dan pendewasaan. Begitulah hidup selalu berbicara tentang pilihan untuk tidak menyerah dan menemukan kekuatan baru dalam setiap peristiwa hidup yang tidak nyaman.

 


Artikel ini adalah sumbang tulisan dari Kartika Dewi. Saat ini ia bekerja sebagai staf ekspor impor di sebuah perusahaan swasta. Kartika adalah seorang pribadi INFP yang dikelilingi oleh rekan-rekan ekstrovert. Ia banyak menulis di blogspot pribadinya: littleduck1.blogspot.com


Sumber gambar: www.unsplash.com

Let others know the importance of mental health !

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*