Ekstrover dengan Social Anxiety Disorder

 

Apakah benar gangguan kecemasan sosial (Social Anxiety Disorder) hanya dimiliki oleh seorang introver ?

Jawabannya adalah tidak.

***

Social Anxiety Disorder (SAD) bisa saja dimiliki oleh seorang ekstrover yang dikenal sebagai kepribadian yang mendambakan hubungan sosial dengan banyak orang, ramah, pandai membangun percakapan dan mudah bergaul. Di sisi lain, SAD adalah sebuah gangguan kecemasan terhadap lingkungan sosial, yaitu seseorang cenderung menghindari interaksi sosial karena takut dan cemas akan penilaian publik terhadap dirinya. Hal tersebut tentu menjadi kontradiksi yang mematahkan persepsi bahwa SAD hanya dimiliki oleh seorang introver yang cenderung lebih soliter daripada ekstrover. 

Baik introver maupun ekstrover sama-sama memiliki kemungkinan mengalami SAD. Gangguan ini sama sekali tidak terkait dengan kepribadian introver ataupun ekstrover meskipun sebuah studi menyatakan bahwa seorang introver lebih menunjukkan gejala kecemasan daripada ekstrover. Akan tetapi, keduanya baik introver maupun ekstrover memiliki kecenderungan mengalami gangguan kecemasan sosial (SAD). Selain itu, menurut studi yang sama menyatakan bahwa gejala SAD lebih banyak dimiliki oleh seorang perempuan.

Seorang ekstrover pun mengalami selayaknya seorang introver yang mengalami SAD. Mereka takut dan cemas bahwa orang lain akan memberi penilaian negatif terhadap dirinya. Dalam situasi sosial, seorang ekstrover pun takut untuk dinilai bodoh, tidak becus, memalukan, dan cemas tidak diterima dalam kelompok. Mereka juga mengalami kecemasan dan kekhawatiran bahwa orang-orang akan mencari kesalahan dan menghakimi mereka diam-diam.

Satu-satunya perbedaan yang mendasar dari seorang ekstrover dan introver dengan SAD adalah seorang ekstrover mendapat energinya dari lingkungan luar (energized by the external world) sedangkan introver tidak. Hal yang dilematis bagi seorang ekstrover dengan SAD karena ketika dirinya dihadapkan pada interaksi publik yang menjadi sumber energinya, pada saat yang sama mereka merasa cemas dan takut terhadap penilaian negatif orang lain. Lebih jauh lagi, mereka memilih menghindari lingkungan sosialnya dan menyendiri. Padahal, apabila dilihat dari sifat alaminya, seorang ekstrover sangat membutuhkan lingkungan sosial dan interaksi dengan dunia eksternal untuk mendapatkan energinya. Hal inilah yang menjadi titik dilematis seorang ektrover dengan SAD dan tidak jarang membuatnya frustasi. Tidak jarang, seorang ektrover dengan SAD akhirnya merasa kesepian dan merasa menjadi kaum “terbuang” atau outsider dari lingkungan sosialnya karena kecemasannya tersebut.

Baca juga tentang Direktori Psikologi Social Anxiety Disorder di sini.

***

Bagi seorang ektrover dengan SAD, mungkin akan sedikit sulit untuk mengetahui apa yang harus dilakukan karena tidak ada yang terasa benar. Menarik diri dari lingkungan dan bersembunyi dari dunia terdengar menarik dan terasa aman. Namun, hal itu sangat bertentangan dengan sifat alami seorangi ekstrover. Bahkan, hal itu bisa saja menjadi bumerang karena seorang ekstrover membutuhkan orang lain untuk memberikan energi. Bersembunyi dari dunia sama halnya membiarkan diri kita mati lemas, kelelahan, kesepian atau bahkan depresi.

“Staying home feels so safe, but also incredibly lonely — oh, the irony.”

Baca juga: 7 Cara Mengontrol Social Anxiety Disorder di sini.

Hal yang perlu diingat adalah fakta bahwa sebagai seorang ekstrover dengan SAD yang memiliki kecemasan terhadap hal-hal kecil dalam lingkungan sosial tidak menjadikanmu sebagai orang yang jahat. Pahamilah dan terimalah itu sebagai bekal diri untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan dunia luar. Tidak ada yang akan menilai kecuali pikiran dari diri kita sendiri. Katakankanlah pada diri sendiri bahwa kita adalah pribadi yang baik serta akan melakukan yang terbaik dan tersenyumlah.

 

 

Let others know the importance of mental health !
Total
1
Shares